Ia mulai bekerja di tempat kursus bahasa Inggrisku kira-kira sebulan yang lalu. Pada hari-hari pertama, Dian memang telah menunjukkan sikapnya yang ‘mengundang’. Ia sengaja memakai baju-baju kerja yang merangsang gairah kelelakianku. Buah dadanya sangat besar. BH-nya mungkin berukuran 38 B. Kalau berdiri di hadapanku, ia sengaja membuka kancing baju luarnya sehingga baju dalamnya yang tipis dan menonjolkan bukit dadanya terlihat. Belum lagi kalau aku berdiri di hadapannya (saat memberi instruksi), ia selalu memperhatikan bagian bawah perutku, mula-mula aku risih dibuatnya, karena takut kalau-kalau ketahuan oleh isteriku, tapi saat kupandang wajahnya, ia malah tersenyum-senyum genit. Wah…, kalau begini, bisa panjang nih urusannya…, pikirku ngeres.
Dan ternyata benar! Pada suatu hari Rabu, sekitar seminggu yang lalu, saat kami hendak pulang dari kantor, hujan turun dengan lebatnya, office boy sudah pulang duluan. Hanya tinggal aku dan Dian. “Pak, saya boleh nunggu dulu di sini, ya?”, tanyanya dengan suara serak-serak basah. “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”. “Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”. “Oh begitu. Oh ya, pintu sudah dikunci semua? Coba kamu periksa lagi ruang-ruang kelas yang ada. Saya mau ke kamar kecil sebentar”. “Baik Pak”. jawabnya sambil berlalu dari tempat kami berdiri. Kami kebetulan saat itu berada di ruang tunggu orang tua murid yang berdekatan dengan ruang sekretariat tempat kerjanya sehari-hari.
Aku rasanya ingin pipis. Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Beberapa menit kemudian, aku berpapasan dengan Dian di lorong antara WC dan ruang kursus, hingga tanpa sengaja aku bertubrukan dengannya. Buk!, tanganku tanpa sengaja menyenggol payudaranya, wah besar sekali. “Wah.., maaf Pak…”, sergahnya. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. “Sudah, Pak”, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. “Aduh, lelah sekali rasanya hari ini”, keluhnya pelan. Melihat keadaannya itu, aku segera mengambilkan air minum, timbul niatku untuk tidak membuang-buang lagi kesempatan itu, kurogoh kantongku, wah ternyata tidak ada, ya…, aku memang mencari serbuk perangsang untuk dimasukkan ke minumannya nanti. “Bapak mencari ini ya…”, tiba-tiba terdengar suaranya sayu sambil menunjukkan kantong kecil putih di tangannya. “Ngg…, nggak kok…”, jawabku gelagapan. “Pak Ivan, Bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika Bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga”, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.
Nah ini dia yang kutunggu! Lalu kutarik tangannya ke ruang sekretariat, kami siap bertempur di atas meja sekretariat yang lebar. Setelah sampai di sana, tanpa ba-bi-bu lagi ia jongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku, dimasukkannya tangannya ke dalam celana dalamku, lalu ditariknya penisku yang sudah mengeras dari tadi, kemudian dikeluarkannya secepat mungkin, kemudian ia mulai menjilatinya dengan pelan-pelan lalu mengulum-ngulumnya sambil mengocok-ngocoknya, dihisap-hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku sampai merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara itu. Cepat-cepat kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya, wah…, buah dadanya amat besar, kuremas-remas sambil ia terus mengisap-isap penisku yang semakin menegang, kemudian ia mulai membuka bajunya sendiri, aku pun melakukan hal yang sama.
Saat kami sudah benar-benar saling telanjang, ia mulai menelungkup ke meja sekretariat, melihat posisinya itu, segera kutarik kakinya ke atas dan kupangku di atas bahuku, lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah, bless, jeb! jeb! jeb! “Uuh…, uh…, uh…, uuuh…”, ia mengerang kenikmatan. “Ahh…, nik.., maatt.., Pak…”, erangnya. Kedua tangannya bertumpu di atas meja sekretariat. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir. Lima belas menit kami dalam berada dalam posisi seperti itu. Lalu ia minta untuk mengganti posisi. Aku duduk di atas meja, sedang ia duduk di pangkuanku. Pelan-pelan ia meraih penisku dan dimasukkan ke kewanitaannya, ah…, nikmat sekali. Kemudian tangannya memegang leherku, sambil menaik turunkan pantatnya yang bahenol itu. “Jebb…, jebb…, jebb…, bless…”, penisku dimainkannya dengan bernafsu sekali. Beberapa menit kemudian, aku merasa sudah tidak tahan lagi. Ingin kusemprotkan maniku sebanyak mungkin ke dalam surga dunianya tersebut. Dan memang ternyata Dian akhirnya lebih dahulu mencapai puncak kenikmatan, dipeluknya leherku kuat-kuat, “Ah.., Pak Ivan…, nikmat sekali…”, erangnya kenikmatan. Aku pun menyusul dengan menyemprotkan cairan ajaibku ke vaginanya, “Ccrot! crot! crott!”, sekitar 10 kali semprotan masuk ke sana, aduh…, nikmatnya luar biasa. Tak percuma aku mempekerjakan sekretaris seperti dirinya, karena servis yang diberikannya luar dalam amat memuaskan.
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan
3 Rondeku yang Luar Biasa
18.33, Posted by admin, No Comment
Aku (sebut saja Aswin), umur hanpir 40 tahun, postur tubuh biasa saja, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah lumayan (kata ibuku), kulit agak kuning, seorang suami dan bapak satu anak kelas satu Sekolah Dasar. Selamat mengikuti pengalamanku.
Cerita yang aku paparkan berikut ini terjadi hari Senin. Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri). Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Entah karena armada bis yang berkurang, atau karena setiap Senin orang jarang membolos dan berangkat serentak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis.
Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk.
Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.
“Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.
“Biasa Mbak, setiap Senin begini. Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan.
“Oh ya. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya.
Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan,
“Kerja dimana Mas?”
“Daerah Sudirman,” jawabku.
Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. Dari obrolannya keketahui ia (sebut saja Mamah) seorang wanita yang kawin muda dengan seorang duda beranak tiga dimana anak pertamanya umurnya hanya dua tahun lebih muda darinya. Masa remajanya tidak sempat pacaran. Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orang tuanya. Sambil bercerita, kadang berbisik ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras meneyentuh lengan kiriku dan di dadaku terasa seer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus cerita tentang dirinya dan keluarganya. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku.
Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat.
Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat si Mamah tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya. Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah.
Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang.
Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. “Ach.. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. “Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.
Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, “Mas.. jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean,” sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. “Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras.
Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..” Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani beberapa kali, Mamah terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu.
Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah mengaduh, “Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Mamah ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). “Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba burungku. “Mas.. Mamah udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.
Ketika kurapatkan “senjataku” ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Sambil memejamkan mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk. Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. “Sret.. sret..” Mamah mengaduh, “Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. “Bles.. bles..” barangku masuk semua. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.
Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan lagi. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Mamah, mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus, enak terus.. terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. “Aduuhm Mas.. Mamah keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku.
Tampak dia sangat puas dan aku merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku, hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut,
“Mah.. aku mau keluar nikh..” kataku.
“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Mamah juga.. Mas.. terus.. terus..”
“Crot.. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Mamah.
Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar, minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya lebih jauh. Mamah semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi. Kesempatan ini dipergunakan dengan Mamah. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. “Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena nafasnya sudah tidak beraturan. “Ah..” lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga melitang, lalu Mamah mengangkangiku.
Posisi menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan memejamkan mata, “Mas.. Mamah gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. “Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku nggak pernah sepuas ini. Aduuh.. kita suami istri kan?” lalu.. “Aduuh.. Mamah enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.
Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Mamah, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan pompaanku.
Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.
“Mah.. aku mau keluar nikh..”
“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Mamah juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..
“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti ronde kedua tadi.
Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi se-luar biasa dan senikmat ini. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya. Kejadian ini membuktikan, seperti yang pernah kubaca, bahwa selingkuh yang paling nikmat dan akan membawa kesan mendalam adalah yang dilakukan sekali saja dengan orang yang sama. Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya akan berkurang. Aku kadang merindukan saat-saat seperti ini. Selingkuh yang aman seperti ini.
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Cerita yang aku paparkan berikut ini terjadi hari Senin. Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri). Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Entah karena armada bis yang berkurang, atau karena setiap Senin orang jarang membolos dan berangkat serentak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis.
Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk.
Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.
“Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.
“Biasa Mbak, setiap Senin begini. Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan.
“Oh ya. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya.
Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan,
“Kerja dimana Mas?”
“Daerah Sudirman,” jawabku.
Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. Dari obrolannya keketahui ia (sebut saja Mamah) seorang wanita yang kawin muda dengan seorang duda beranak tiga dimana anak pertamanya umurnya hanya dua tahun lebih muda darinya. Masa remajanya tidak sempat pacaran. Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orang tuanya. Sambil bercerita, kadang berbisik ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras meneyentuh lengan kiriku dan di dadaku terasa seer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus cerita tentang dirinya dan keluarganya. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku.
Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat.
Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat si Mamah tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya. Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah.
Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang.
Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. “Ach.. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. “Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.
Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, “Mas.. jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean,” sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. “Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras.
Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..” Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani beberapa kali, Mamah terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu.
Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah mengaduh, “Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Mamah ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). “Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba burungku. “Mas.. Mamah udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.
Ketika kurapatkan “senjataku” ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Sambil memejamkan mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk. Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. “Sret.. sret..” Mamah mengaduh, “Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. “Bles.. bles..” barangku masuk semua. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.
Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan lagi. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Mamah, mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus, enak terus.. terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. “Aduuhm Mas.. Mamah keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku.
Tampak dia sangat puas dan aku merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku, hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut,
“Mah.. aku mau keluar nikh..” kataku.
“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Mamah juga.. Mas.. terus.. terus..”
“Crot.. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Mamah.
Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar, minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya lebih jauh. Mamah semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi. Kesempatan ini dipergunakan dengan Mamah. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. “Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena nafasnya sudah tidak beraturan. “Ah..” lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga melitang, lalu Mamah mengangkangiku.
Posisi menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan memejamkan mata, “Mas.. Mamah gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. “Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku nggak pernah sepuas ini. Aduuh.. kita suami istri kan?” lalu.. “Aduuh.. Mamah enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.
Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Mamah, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan pompaanku.
Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.
“Mah.. aku mau keluar nikh..”
“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Mamah juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..
“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti ronde kedua tadi.
Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi se-luar biasa dan senikmat ini. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya. Kejadian ini membuktikan, seperti yang pernah kubaca, bahwa selingkuh yang paling nikmat dan akan membawa kesan mendalam adalah yang dilakukan sekali saja dengan orang yang sama. Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya akan berkurang. Aku kadang merindukan saat-saat seperti ini. Selingkuh yang aman seperti ini.
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Seks Dengan Pensyarah Universiti
18.21, Posted by admin, 6 Comments
Aku belajar di salah sebuah universiti di Malaysia. Aku tergolong dalam kalangan pelajar yang bijak dan berpeluang cerah graduate dengan ijazah first class.
Kejadian ini berlaku pada minggu lepas. Seperti biasa, bagi yang pernah membaca cerita aku, aku sekarang sedang praktikal di sebuah syarikat. Hari itu aku mengambil cuti untuk mendaftar subjek pada semester hadapan. Jadi aku pun berjumpa dengan beberapa orang pensyarah untuk bertanyakan pendapat. Aku terus cerita kepada Puan Ayuwati, pensyarah yang pernah mengajar aku semester lepas.
Puan Ayuwati mengajar subjek yang berkaitan dengan komputer di kelas aku. Aku selalu bertanyakan soalan kepada Puan Ayuwati kerana skill programming aku tidaklah hebat sangat. Sebab itu aku selalu ke biliknya untuk bertanyakan soalan. Dari perbualan tentang pelajaran, lama kelamaan tahulah aku bahawa Puan Ayuwati telah berkahwin selama 3 tahun. Usianya aku agak dalam 30 tahun kerana dia berkahwin sebaik sahaja menghabiskan master degree. Namun, ketika menceritakan hal keluarga, dia selalu hanya menjawab ringkas dan kemudian beralih ke topik yang lain. Aku pun tidak berani bertanya panjang. Sehinggalah suatu hari..
Petang itu kelas aku habis 5.00pm, aku pun membuka halaman web 17Tahun.com dan membaca beberapa cerita. Nafsu aku naik tinggi dan aku memutuskan untuk onani sahaja di tandas. Biasanya aku akan buat macam itu kalau kelas tusyen Lin dan Farah tiada. Tapi, semasa aku bangun, aku ternampak Puan Ayuwati ada di belakang kerusi aku.
Aku berlagak tenang kerana Puan Ayuwati takkan tahu aku sedang membaca cerita lucah, aku yakin kerana design website 17Tahun.com yang berunsurkan teks kebanyakannya. Puan Ayuwati bertanya, aku pun menjawab sedang mencari bahan rujukan. Tapi, hari itu aku tidak memakai celana dalam. Jadi, batang aku jelas kelihatan dari sebalik seluar yang aku pakai. Aku cuba berlagak tenang dan ingin cepat cepat pergi ke tandas untuk selesaikan onani aku.
Sampai di tandas, baru aku teringat bahawa aku tidak delete “History Folder” pada komputer aku. Peduli apa, takkanlah Puan Ayuwati nak sibuk sangat nak tahu aku search apa kat komputer itu, lepas inilah aku pergi delete! Aku pun onani dengan cepat. Dalam 3 minit saja, aku berjaya. Ahh, ahh, ahh. Lepas bersihkan siokit dengan air, aku pun kembali ke makmal komputer.
Mampus! Puan Ayuwati sedang menggunakan komputer yang aku guna tadi. Aku cuba menenangkan diri dan berjalan perlahan lahan ke arah Puan Ayuwati. Dari belakang, sahlah bahawa Puan Ayuwati juga sedang membaca cerita lucah di 17Tahun.com. Habis masa depan aku, macam mana kalau Puan Ayuwati report kepada pihak fakulti?
Otak aku bergeliga mencari penyelesaian. Namun, Puan Ayuwati masih tidak sedar tentang kehadiran aku. Dari gerak geri dia, dia nampak sangat berminat dengan cerita di 17Tahun.com. Malahan, aku memerhatikan dia habis membaca satu cerita! Dari perasaan bimbang, aku bertukar menjadi yakin untuk mencuba merasa pensyarah ini yang aku nampak cantik dari mukanya.
Hari itu adalah hari untuk Puan Ayuwati mengunci pintu makmal. Aku tahu tentang itu kerana pernah bertanyakan kepadanya. Aku pun mengunci pintu makmal dari dalam dan menghampiri Puan Ayuwati. Dia masih asyik dengan cerita di komputer sehingga tidak sedar kehadiran aku yang telah begitu lama di situ. Aku telah tekad untuk membuatnya hari ittu juga!
Aku terus serbu dari belakang dan kedua dua tangan aku meramas ramas teteknya. Puan Ayuwati terkejut dan cuba melawan, dia menjerit! Aku mengeluarkan pisau kecil dari poket aku dan meletak ke lehernya untuk mengugutnya. Kebetulan masa itu aku bawa pisau yang perlu digunakan untuk program pengakap pada sebelah malam. Puan Ayuwati mula takut tetapi masih mengugut aku dengan pihak fakulti.
“Berdosa Rahman, mengucap! Jangan terburu-buru, jangan musnahkan masa depan sendiri dan orang lain! Sabar, sabar!”
Tapi otak aku yang telah dikuasai syaitan tidak mendengar semua itu!
“Diam Puan kalau nak hidup!”
Pisau aku semakin mendekati lehernya. Akhirnya Puan Ayuwati diam dan air mata mengalir membasahi pipinya. Sementara itu, tangan kiri aku terus meraba raba teteknya dan menyelinap ke dalam bajunya.
Aku mencari puting tetek kirinya dan memainkan putingnya. Aku bermain di situ agak agak dalam 5 minit. Rambutnya yang panjang pun terburai. Aku terpesona seketika melihat rambutnya yang panjang kerana aku tidak pernah melihatnya sebelum ini.
Melihat telinganya, aku pun terus menjilat jilat telinganya. Tidak lama di situ, aku pun menolak Puan Ayu ke lantai. Puan Ayu ingin menjerit tetapi aku sumbat mulut dia. Biar dia senyap! Kata hati aku. Pisau aku terus mengacah acah dia, dan Puan Ayu nampak takut. Air matanya terus mengalir. Aku tak pedulikan semua itu, aku membuka pakaiannya satu persatu.
Bila baju dibuka, tersembullah colinya yang berwarna putih. Aku berhenti seketika, memang tak disangka Puan Ayu memakai bra saiz D! Patutlah teteknya nampak timbul sedikit walaupun menutupi bahagian dadanya ketika mengajar! Aku terus membuka colinya yang kaitanya dibuka di depan. Tersirap darah aku melihat bulatan sekitar putingnya yang sebesar saiz 50 sen!
Pantang melihat tetek, aku terus menjilat-jilat teteknya. Pisau itu tadi masih aku tujukan ke lehernya. Sambil menjilat teteknya, aku mencium mulutnya. Pada mulanya, Puan Ayu tidak memberi respons, malahan dia meludah muka aku! Sial, aku mengelap muka aku mengelar tangannya sedikit dengan pisau aku. Darah mengalir dari tangan kirinya, dia menjerit kesakitan! Aku katakan kepadanya untuk diam atau aku buat sesuatu yang lebih terukl lagi.
Sambil menangis, Puan Ayu mula akur kepada aku. Aku menyedut nyedut mulutnya dan cuba melakukan french kiss sambil tangan aku meraba raba teteknya. Lama kelamaan, Puan Ayu memberikan balasan. Dia mula menyedut nyedut mulut aku. Menyedari nafsu telah menguasai diri Puan Ayu, aku pun melepaskan pisau aku. Kami bercium dan saling menyedut selama 10 minit.
Tangan kanan aku yang telah melepaskan pisau cuba untuk membuka kainnya. Sial! Rupanya Puan Ayu tidak memakai celana dalam! Tersembullah pantatnya yang berbulu lebat itu. Aku melepaskan sedutan di teteknya. Aku terus menjilat jilat vaginanya. Ternyata vaginanya memang telah basah. Aku mencari klitorisnya dan menjilatnya. Tak sampai seminit aku menjilat, kepala aku dikepit dan keluar air mani Puan Ayu. Aku telan semuanya!
Tanpa membuang masa, aku menanggalkan seluar aku dan menghalakan ke arah vaginanya. Puan Ayu yang masih menikmati sisa sisa orgasme pertamanya tadi masih menutup mata merasainya. Oleh kerana vaginanya telah basah dengan air maninya dan air liur aku, batang aku dengan mudah masuk keseluruhannya ke dalam! Sekali lagi Puan Ayu menjerit! Tapi dia tidak melawan kali ini.
Aku pun memulakan acara sorong tarik aku. Aku merapatkan kakinya supaya jepitan kepada batang aku lebih rapat. Memang luar biasa sensasinya kalau guna kaedah ini. Batang aku terasa dikepit kuat. Namun, oleh kerana aku telah onani sebentar tadi, jadi agak lama aku akan gunakan untuk orgasme kali kedua. Acara sorong tarik aku pun bermula. Aku membuatnya perlahan-lahan sambil mengawal untuk tidak orgasme cepat. Puan Ayuwati hanya menutup mata dan mendesah desah “Ahh.. Ahh” sepanjang proses persetubuhan. Tiba-tiba, Puan Ayuwati merapatkan kakinya dan jari jarinya menggenggam kuat kuat. Batang aku terasa sangat geli pada masa itu dan aku pun mencapai klimaks yang serentak dengan Puan Ayu.
Puan Ayu yang pada mulanya menolak meracau racau menikmati orgasme yang kedua. Perasaan di wajahnya seperti orang yang baru melepaskan suatu beban yang besar pada dirnya. Aku biarkan sekejap batang aku di dalam pantatnya untuk menikmati sisa sisa orgasme diriku. Kemudian, aku mencabut batang aku. Aku terduduk di atas kerusi makmal untuk berehat seketika. Aku melihat sekeliling, berterabur pakaian Puan Ayu dan aku di atas lantai.
Bila aku hendak mencapai pakaian aku, Puan Ayu tiba tiba mengambil pisau aku tadi dan menghalakan ke arah leher aku.
“Sial punya budak, kau berani merogol aku! Sekarang, rasakanlah apa yang nanti aku buat terhadap engkau!”
Oleh kerana pisau berada di tangannya, aku menjadi sangat takut. Aku menyerah sahaja. Puan Ayu mengutip pakaian yang berterabur di atas lantai. Aku ingatkan dia akan segera memakai semula pakaiannya, tapi tidak. Gila, dia mengikat aku dengan pakaian itu. Kedua dua tangan aku diikat ketat ke belakang. Begitu juga dengan kaki aku.
Aku bengang kerana tidak dapat memikirkan apa yang Puan Ayu akan buat kepada diriku. Tak mungkin dia akan melapor polis sekarang kerana keadaan dirinya yang bogel itu. Pakaiannya semua telah digunakan untuk mengikat aku. Setelah aku tidak dapat bergerak, Puan Ayu meletakkan pisau tadi di sekitar muka aku. Aku sangat takut kerana mukanya yang nampak seperti orang gila. Tiba-tiba, dia kelar sedikit pipi aku sehingga keluar sedikit darah. Aku berasa sangat sakit, tetapi Puan Ayu segera menggunakan lidahnya untuk menjilat jilat darah yang keluar. Kemudian, dari pipi aku, mulutnya bercumbu dengan mulut aku.
Aku dapat merasa bau darah aku sendiri semasa menghisap hisap lidahnya. Rasa sakit masih terasa di pipi aku tetapi nafsu aku kembali semasa melakukan french kiss dengan Puan Ayu. Tidak lama di situ, Puan Ayu kemudian menggerakkan lagi pisau itu di seluruh badan aku. Aku menggeletar kerana takut dibunuhnya.
“Tolong, Puan, saya tak berani buat lagi, tolong jangan bunuh saya. Saya akan rahsiakan perkara ini sampai mati, tolonglah!” aku merayu kepada Puan Ayu.
Dia tidak menjawab. Aku bertambah takut lagi bila Puan Ayu mula mencukur bulu kemaluan aku dengan pisau itu. Selepas licin, dia mengambil bulu aku dan memaksa aku menelan bulu kemaluan aku!.
“Nah, rasakan budak sial!” begitu katanya.
Aku menurut sahaja. Selepas itu, dia merapatkan pantatnya ke arah mulut aku dan mencukur bulunya sendiri di depan mulut aku. Habis bulunya berteraburan jatuh ke atas hidung dan mulut aku. Aku pun bersin kerana rasa geli pada hidung. Puan Ayu nampaknya tidak puas hati bila aku bersin. Terus dia halakan pantatnya ke mulut aku.
“Jilat, jilat cepat!”
Pisau di tangannya, jadi aku pun ikut saja. Aku sangat sesak nafas kerana dia sedang duduk di atas mulut aku. Aku meronta rontakan kepala.
“Oh, baru kau tahu apa yang kau buat kat aku tadi, sekarang rasakan balik!”
Puan Ayu mengubah posisi dari duduk ke mencangkung. Aku terus menjilat jilat vaginanya. Tiba tiba Puan Ayu klimaks lagi sekali dan pisaunya pun jatuh. Nasib baik ia tak terkena kepala aku! Kalau tak, tamatlah riwayat hidupku. Puan Ayu tidak puas lagi mengenakan diriku, aku rasa dia memang nak balas dendam sebab aku telah merogolnya! Tiba tiba, Puan Ayu kencing di muka aku!
“Minum, minum budak sial, kalau tak aku bunuh kau!”
Dia mengubah ubah posisi mencangkungnya sehingga tepat ke mulut aku. Aku pun telan saja apa yang datang. Masin, payau, dan busuk. Itulah rasanya yang aku masih ingat hingga sekarang. Aku tiba tiba merasa seronok dipermainkan sebegitu oleh Puan Ayu. Aku pun menaikkan kepala aku dan menghisap hisap lubang kencingnya. Puan Ayu yang merasa geli segera bangun. Dia kemudian berkata, “Pasal kau patuh pada hukuman tadi, sekarang aku lepaskan kau. Sebenarnya, i memang dah terangsang masa baca cerita seks tadi, tapi i tak puas hati u paksa i dengan cara rogol. Sebab itu i balas balik, biar adil! Kau sanggup terima air kencing aku, jadi aku lepaskan kau. Kemudian, aku pun dibebaskan dan kami pun berpakaian semula. Sebelum keluar bilik makmal, aku pun switch off komputer.
Puan Ayu bertanya, “Sedap tak minum air kencing?”
Aku menjawab, “Kalau boleh, nak minum air mani Puan cukuplah, air kencing tu masin sangat, takut kena tekanan darah tinggi!”
Puan Ayu ketawa terbahak bahak dan menjawab, “Boleh, mesti boleh..”
Yes, aku dah dapat mangsa baru yang merelakan dirinya dipuaskan nafsu oleh aku. Kiranya pada hari itu, kami saling merogol. Mula mula, aku merogol Puan Ayu, lepas itu, aku pula dirogol dengan lebih teruk, siap kena minum air kencing dan telan bulu! Tapi aku puas dipermainkan macam itu, barulah bertambah pengalaman hidup aku sebagai seorang jantan sejati
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Kejadian ini berlaku pada minggu lepas. Seperti biasa, bagi yang pernah membaca cerita aku, aku sekarang sedang praktikal di sebuah syarikat. Hari itu aku mengambil cuti untuk mendaftar subjek pada semester hadapan. Jadi aku pun berjumpa dengan beberapa orang pensyarah untuk bertanyakan pendapat. Aku terus cerita kepada Puan Ayuwati, pensyarah yang pernah mengajar aku semester lepas.
Puan Ayuwati mengajar subjek yang berkaitan dengan komputer di kelas aku. Aku selalu bertanyakan soalan kepada Puan Ayuwati kerana skill programming aku tidaklah hebat sangat. Sebab itu aku selalu ke biliknya untuk bertanyakan soalan. Dari perbualan tentang pelajaran, lama kelamaan tahulah aku bahawa Puan Ayuwati telah berkahwin selama 3 tahun. Usianya aku agak dalam 30 tahun kerana dia berkahwin sebaik sahaja menghabiskan master degree. Namun, ketika menceritakan hal keluarga, dia selalu hanya menjawab ringkas dan kemudian beralih ke topik yang lain. Aku pun tidak berani bertanya panjang. Sehinggalah suatu hari..
Petang itu kelas aku habis 5.00pm, aku pun membuka halaman web 17Tahun.com dan membaca beberapa cerita. Nafsu aku naik tinggi dan aku memutuskan untuk onani sahaja di tandas. Biasanya aku akan buat macam itu kalau kelas tusyen Lin dan Farah tiada. Tapi, semasa aku bangun, aku ternampak Puan Ayuwati ada di belakang kerusi aku.
Aku berlagak tenang kerana Puan Ayuwati takkan tahu aku sedang membaca cerita lucah, aku yakin kerana design website 17Tahun.com yang berunsurkan teks kebanyakannya. Puan Ayuwati bertanya, aku pun menjawab sedang mencari bahan rujukan. Tapi, hari itu aku tidak memakai celana dalam. Jadi, batang aku jelas kelihatan dari sebalik seluar yang aku pakai. Aku cuba berlagak tenang dan ingin cepat cepat pergi ke tandas untuk selesaikan onani aku.
Sampai di tandas, baru aku teringat bahawa aku tidak delete “History Folder” pada komputer aku. Peduli apa, takkanlah Puan Ayuwati nak sibuk sangat nak tahu aku search apa kat komputer itu, lepas inilah aku pergi delete! Aku pun onani dengan cepat. Dalam 3 minit saja, aku berjaya. Ahh, ahh, ahh. Lepas bersihkan siokit dengan air, aku pun kembali ke makmal komputer.
Mampus! Puan Ayuwati sedang menggunakan komputer yang aku guna tadi. Aku cuba menenangkan diri dan berjalan perlahan lahan ke arah Puan Ayuwati. Dari belakang, sahlah bahawa Puan Ayuwati juga sedang membaca cerita lucah di 17Tahun.com. Habis masa depan aku, macam mana kalau Puan Ayuwati report kepada pihak fakulti?
Otak aku bergeliga mencari penyelesaian. Namun, Puan Ayuwati masih tidak sedar tentang kehadiran aku. Dari gerak geri dia, dia nampak sangat berminat dengan cerita di 17Tahun.com. Malahan, aku memerhatikan dia habis membaca satu cerita! Dari perasaan bimbang, aku bertukar menjadi yakin untuk mencuba merasa pensyarah ini yang aku nampak cantik dari mukanya.
Hari itu adalah hari untuk Puan Ayuwati mengunci pintu makmal. Aku tahu tentang itu kerana pernah bertanyakan kepadanya. Aku pun mengunci pintu makmal dari dalam dan menghampiri Puan Ayuwati. Dia masih asyik dengan cerita di komputer sehingga tidak sedar kehadiran aku yang telah begitu lama di situ. Aku telah tekad untuk membuatnya hari ittu juga!
Aku terus serbu dari belakang dan kedua dua tangan aku meramas ramas teteknya. Puan Ayuwati terkejut dan cuba melawan, dia menjerit! Aku mengeluarkan pisau kecil dari poket aku dan meletak ke lehernya untuk mengugutnya. Kebetulan masa itu aku bawa pisau yang perlu digunakan untuk program pengakap pada sebelah malam. Puan Ayuwati mula takut tetapi masih mengugut aku dengan pihak fakulti.
“Berdosa Rahman, mengucap! Jangan terburu-buru, jangan musnahkan masa depan sendiri dan orang lain! Sabar, sabar!”
Tapi otak aku yang telah dikuasai syaitan tidak mendengar semua itu!
“Diam Puan kalau nak hidup!”
Pisau aku semakin mendekati lehernya. Akhirnya Puan Ayuwati diam dan air mata mengalir membasahi pipinya. Sementara itu, tangan kiri aku terus meraba raba teteknya dan menyelinap ke dalam bajunya.
Aku mencari puting tetek kirinya dan memainkan putingnya. Aku bermain di situ agak agak dalam 5 minit. Rambutnya yang panjang pun terburai. Aku terpesona seketika melihat rambutnya yang panjang kerana aku tidak pernah melihatnya sebelum ini.
Melihat telinganya, aku pun terus menjilat jilat telinganya. Tidak lama di situ, aku pun menolak Puan Ayu ke lantai. Puan Ayu ingin menjerit tetapi aku sumbat mulut dia. Biar dia senyap! Kata hati aku. Pisau aku terus mengacah acah dia, dan Puan Ayu nampak takut. Air matanya terus mengalir. Aku tak pedulikan semua itu, aku membuka pakaiannya satu persatu.
Bila baju dibuka, tersembullah colinya yang berwarna putih. Aku berhenti seketika, memang tak disangka Puan Ayu memakai bra saiz D! Patutlah teteknya nampak timbul sedikit walaupun menutupi bahagian dadanya ketika mengajar! Aku terus membuka colinya yang kaitanya dibuka di depan. Tersirap darah aku melihat bulatan sekitar putingnya yang sebesar saiz 50 sen!
Pantang melihat tetek, aku terus menjilat-jilat teteknya. Pisau itu tadi masih aku tujukan ke lehernya. Sambil menjilat teteknya, aku mencium mulutnya. Pada mulanya, Puan Ayu tidak memberi respons, malahan dia meludah muka aku! Sial, aku mengelap muka aku mengelar tangannya sedikit dengan pisau aku. Darah mengalir dari tangan kirinya, dia menjerit kesakitan! Aku katakan kepadanya untuk diam atau aku buat sesuatu yang lebih terukl lagi.
Sambil menangis, Puan Ayu mula akur kepada aku. Aku menyedut nyedut mulutnya dan cuba melakukan french kiss sambil tangan aku meraba raba teteknya. Lama kelamaan, Puan Ayu memberikan balasan. Dia mula menyedut nyedut mulut aku. Menyedari nafsu telah menguasai diri Puan Ayu, aku pun melepaskan pisau aku. Kami bercium dan saling menyedut selama 10 minit.
Tangan kanan aku yang telah melepaskan pisau cuba untuk membuka kainnya. Sial! Rupanya Puan Ayu tidak memakai celana dalam! Tersembullah pantatnya yang berbulu lebat itu. Aku melepaskan sedutan di teteknya. Aku terus menjilat jilat vaginanya. Ternyata vaginanya memang telah basah. Aku mencari klitorisnya dan menjilatnya. Tak sampai seminit aku menjilat, kepala aku dikepit dan keluar air mani Puan Ayu. Aku telan semuanya!
Tanpa membuang masa, aku menanggalkan seluar aku dan menghalakan ke arah vaginanya. Puan Ayu yang masih menikmati sisa sisa orgasme pertamanya tadi masih menutup mata merasainya. Oleh kerana vaginanya telah basah dengan air maninya dan air liur aku, batang aku dengan mudah masuk keseluruhannya ke dalam! Sekali lagi Puan Ayu menjerit! Tapi dia tidak melawan kali ini.
Aku pun memulakan acara sorong tarik aku. Aku merapatkan kakinya supaya jepitan kepada batang aku lebih rapat. Memang luar biasa sensasinya kalau guna kaedah ini. Batang aku terasa dikepit kuat. Namun, oleh kerana aku telah onani sebentar tadi, jadi agak lama aku akan gunakan untuk orgasme kali kedua. Acara sorong tarik aku pun bermula. Aku membuatnya perlahan-lahan sambil mengawal untuk tidak orgasme cepat. Puan Ayuwati hanya menutup mata dan mendesah desah “Ahh.. Ahh” sepanjang proses persetubuhan. Tiba-tiba, Puan Ayuwati merapatkan kakinya dan jari jarinya menggenggam kuat kuat. Batang aku terasa sangat geli pada masa itu dan aku pun mencapai klimaks yang serentak dengan Puan Ayu.
Puan Ayu yang pada mulanya menolak meracau racau menikmati orgasme yang kedua. Perasaan di wajahnya seperti orang yang baru melepaskan suatu beban yang besar pada dirnya. Aku biarkan sekejap batang aku di dalam pantatnya untuk menikmati sisa sisa orgasme diriku. Kemudian, aku mencabut batang aku. Aku terduduk di atas kerusi makmal untuk berehat seketika. Aku melihat sekeliling, berterabur pakaian Puan Ayu dan aku di atas lantai.
Bila aku hendak mencapai pakaian aku, Puan Ayu tiba tiba mengambil pisau aku tadi dan menghalakan ke arah leher aku.
“Sial punya budak, kau berani merogol aku! Sekarang, rasakanlah apa yang nanti aku buat terhadap engkau!”
Oleh kerana pisau berada di tangannya, aku menjadi sangat takut. Aku menyerah sahaja. Puan Ayu mengutip pakaian yang berterabur di atas lantai. Aku ingatkan dia akan segera memakai semula pakaiannya, tapi tidak. Gila, dia mengikat aku dengan pakaian itu. Kedua dua tangan aku diikat ketat ke belakang. Begitu juga dengan kaki aku.
Aku bengang kerana tidak dapat memikirkan apa yang Puan Ayu akan buat kepada diriku. Tak mungkin dia akan melapor polis sekarang kerana keadaan dirinya yang bogel itu. Pakaiannya semua telah digunakan untuk mengikat aku. Setelah aku tidak dapat bergerak, Puan Ayu meletakkan pisau tadi di sekitar muka aku. Aku sangat takut kerana mukanya yang nampak seperti orang gila. Tiba-tiba, dia kelar sedikit pipi aku sehingga keluar sedikit darah. Aku berasa sangat sakit, tetapi Puan Ayu segera menggunakan lidahnya untuk menjilat jilat darah yang keluar. Kemudian, dari pipi aku, mulutnya bercumbu dengan mulut aku.
Aku dapat merasa bau darah aku sendiri semasa menghisap hisap lidahnya. Rasa sakit masih terasa di pipi aku tetapi nafsu aku kembali semasa melakukan french kiss dengan Puan Ayu. Tidak lama di situ, Puan Ayu kemudian menggerakkan lagi pisau itu di seluruh badan aku. Aku menggeletar kerana takut dibunuhnya.
“Tolong, Puan, saya tak berani buat lagi, tolong jangan bunuh saya. Saya akan rahsiakan perkara ini sampai mati, tolonglah!” aku merayu kepada Puan Ayu.
Dia tidak menjawab. Aku bertambah takut lagi bila Puan Ayu mula mencukur bulu kemaluan aku dengan pisau itu. Selepas licin, dia mengambil bulu aku dan memaksa aku menelan bulu kemaluan aku!.
“Nah, rasakan budak sial!” begitu katanya.
Aku menurut sahaja. Selepas itu, dia merapatkan pantatnya ke arah mulut aku dan mencukur bulunya sendiri di depan mulut aku. Habis bulunya berteraburan jatuh ke atas hidung dan mulut aku. Aku pun bersin kerana rasa geli pada hidung. Puan Ayu nampaknya tidak puas hati bila aku bersin. Terus dia halakan pantatnya ke mulut aku.
“Jilat, jilat cepat!”
Pisau di tangannya, jadi aku pun ikut saja. Aku sangat sesak nafas kerana dia sedang duduk di atas mulut aku. Aku meronta rontakan kepala.
“Oh, baru kau tahu apa yang kau buat kat aku tadi, sekarang rasakan balik!”
Puan Ayu mengubah posisi dari duduk ke mencangkung. Aku terus menjilat jilat vaginanya. Tiba tiba Puan Ayu klimaks lagi sekali dan pisaunya pun jatuh. Nasib baik ia tak terkena kepala aku! Kalau tak, tamatlah riwayat hidupku. Puan Ayu tidak puas lagi mengenakan diriku, aku rasa dia memang nak balas dendam sebab aku telah merogolnya! Tiba tiba, Puan Ayu kencing di muka aku!
“Minum, minum budak sial, kalau tak aku bunuh kau!”
Dia mengubah ubah posisi mencangkungnya sehingga tepat ke mulut aku. Aku pun telan saja apa yang datang. Masin, payau, dan busuk. Itulah rasanya yang aku masih ingat hingga sekarang. Aku tiba tiba merasa seronok dipermainkan sebegitu oleh Puan Ayu. Aku pun menaikkan kepala aku dan menghisap hisap lubang kencingnya. Puan Ayu yang merasa geli segera bangun. Dia kemudian berkata, “Pasal kau patuh pada hukuman tadi, sekarang aku lepaskan kau. Sebenarnya, i memang dah terangsang masa baca cerita seks tadi, tapi i tak puas hati u paksa i dengan cara rogol. Sebab itu i balas balik, biar adil! Kau sanggup terima air kencing aku, jadi aku lepaskan kau. Kemudian, aku pun dibebaskan dan kami pun berpakaian semula. Sebelum keluar bilik makmal, aku pun switch off komputer.
Puan Ayu bertanya, “Sedap tak minum air kencing?”
Aku menjawab, “Kalau boleh, nak minum air mani Puan cukuplah, air kencing tu masin sangat, takut kena tekanan darah tinggi!”
Puan Ayu ketawa terbahak bahak dan menjawab, “Boleh, mesti boleh..”
Yes, aku dah dapat mangsa baru yang merelakan dirinya dipuaskan nafsu oleh aku. Kiranya pada hari itu, kami saling merogol. Mula mula, aku merogol Puan Ayu, lepas itu, aku pula dirogol dengan lebih teruk, siap kena minum air kencing dan telan bulu! Tapi aku puas dipermainkan macam itu, barulah bertambah pengalaman hidup aku sebagai seorang jantan sejati
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Gara-Gara Chating
18.12, Posted by admin, 2 Comments
Ini adalah kisahku dan awal perkenalan ku dgn dia, wktu itu aku masih kuliah, aku berkulit putih rambut hitam ikal. tinggi aku 170cm. postur badan aku biasa aja tdk terlalu kurus tp cukup berotot. sedangkan dedek aku (penis aku) panjangnya 17cm dgn diemeter 6,5cm. ukuran yg lumayan buat orang asia
Awal aku mengenal dia dari chating, sebut saja nama nya indah(bukan nama sebenarnya). dia seorang istri yg kesepian karena suaminya tdk perduli lg dgn dia., mbak indah sudah 5 tahun tdk pernah lg mendapatkan kehangatan dr suaminya. itu semua berawal semenjak dia menangkap basah suaminya berselingkuh dgn wanita lain. mbak indah adalah sosok perempuan yg sempurna, kulit kuning halus, hidung mancung kecil mungil, tinggi 165 berat badan 46, ukuran BH 34. rambut lurus dan halus. waktu itu aku msh kuliah di salah satu perguruan swasta di jogja. seperti biasa aku chating di sore hari, hai.. boleh kenal dong..saya andre, kamu siapa..boleh tau nama kamu. dari seberang dia menjawab, saya indah. senang berkenalan dgn kamu, akupun membalas. singkat cerita kamipun akrab dan saling memberikan no tlp, kami sudah tidak lg ngobrol di chating, tp kami lebih byk ngobrol di tlp. sore jam 2 indah sampai di jogja, sebelum nya akupun sudah menunggu kedatangannya di tempat yg sudah kami sepakatin.
Aku memperhatikan para penumpang yg turun dari bis, ketika ada seorang cewek cakep turun seperti sedang mencari-cari sesuatu, aku pun segera menyapa nya, indah ya.. sapaku. iya.. kamu andre. iya jawabku. kami pun ngbrol sejenak. gmna perjalanan nya mbak.. asik ga.. tanyaku. waah.. capek ndre.. klo gitu kita langsung ke tempat andre aja, supaya mbak indah bisa istrahat sejenak, aku menawarkan, ya baiklah. jawab mbak indah. akhirnya kami pun segera meluncur menuju tempat kost ku.setelah beberapa menit sampailah kami di tempat kost ku. kita sudah sampai mbak, ayo masuk.jgn malu-malu, rayuku. mbak indah pun mengikuti langkahku sambil berkomentar, kost kamu bagus juga ya ndre, yaa.. sedanglah mbak.. jawabku singkat. kamu bisa aja ndre, sukanya jawab sedang mulu. looh.. sedang itukan banyak artinya mbak. iya sich.. bls mbak indah. yg mna kamar kamu ndre.. tanya mbak indah, yg ini mbak, jawabku sambil menunjukan arah yg kumaksud. silahkan masuk mbak, jangan sungkan. kita kan da kenal lama mbak, bukan sehari dua hari, sambil meyakinkan mbak idah. akupun membuka pintu dan memprsilahkan masuk. silahkan masuk mbak, sambil aku memperlakukan mbak indah bak mempersilahkan masuk seorang putri raja.
Aku mempersilahkan mbak indah duduk, akupun menyalakan televisi, waah kamar kamu komplet ya ndre, komenta mbak indah, biasa aja ko mbak.. nama nya juga anak kost, akupun mengabilkan minuman segar dari lemari es. Ini mbak minum biar segar, andre tau mbak pasti haus setelah perjalanan jauh. mbak indah pun menerimanya dan meminumnya. klo mbak msh capek istrahat aja dulu sambil nonton tv. ga ko jawab mbak indah, kemudian kami pun telibat obrolan, mulai dr pekejaan, klaurga dan kesepian nya yg terpendam , krn kebutuhan biologis nya tdk tersalur dengan sempurna, di selah-selah obrolan kami, tiba-tiba hp mbak indah berdering, bentar ya ndre. dr temen.. mbak indah menjelaskan. akupun megalihkan pandangan ku ke tv, krn aku tdk mau mendengar pembicaaan orang lain, selesai mbak indah menerima tlp dr temen nya kami pun melanjutkan obrolan kami yg sempat terputus td. andre mau liat photo anak mbak, mbak indah menawarkan. boleh mbak, jawabku. mbak indah pun memperlihatkan photo anak nya yg di simpan di hp. agar bisa melihat photo anak nya akupun merapatkan posisiku lebih dekat ke mbak endah. tanpa sengaja sewaktu melihat-lihat photo anak nya, siku tanganku menyenggol susu mbak indah.maaf mbak, andre ga sengaja, akupun segera meminta maaf. tapi tatapan mataku tetap tertuju pada kedua susunya. gpp ko, jawab mbak indah ringan. klo andre mau lihat susu mbak juga boleh.. mbak indah menawarkan kepadaku seakan yakin apa yg aku inginkan. aku terkejut dan wjahku memerah. aku tdk menyangka akan mendapat durian runtuh. Seperti mimpi rasanya, tp aku masih ragu, apakah mbak indah serius atau hanya memancing saja.. aku memberanikan diri untuk memegang susu mbak indah, akupun mulai menyentuh susu mbak indah, tp mbak indah diam saja. Aku lebih berani dan mulai meremas-remas susu mbak indah.eeeehhmmm… erang mbak indah keenakan. gitu mendapat respon darinya akupun tdk mau lg menyia-nyiakan kesempatan yg ada di depan mata. aku memeluk mbak indah, meremas-emas susunya, mencium dan melumat bibir nya, lidahku bermain di dalam rongga mulutnya sambil di imbangin dgn permainan lidahnya ooouuuhhh… andre.. enak sekali sayang..
Tangan ku trs bergrilya, mulutku melumat bibirnya yg sexy, sementara tangan kiriku meremas-remas susunya, tangan kananku menggesek-gesek selangkangan mbak indah dgn lembut tp pasti… ooooohhh… enak bgt sayang.. andre pinter bgt sayang.. trs sayang.. puting mbak di kulum. pinta mbak indah, aku trs saja mengulum, meremas dan menggesek-gesek selangkangan mbak indah. tangan nya ku bimbing menuju dedekku yg sudah tegang dari td, aku bisikan pelan di telinga mbak indah dgn desahan.. mainin dedeknya andre dengan tangan mbak yg halus itu sayang.. mbak indah pun menurut saja. Aku cium kening mbak indah dgn lembut, trs mata, hidung, trs bibir mbak indah yg mungil n merah itu. segera melucuti pakaian mbak indah satu persatu sambil tetap memberikan ciuman yg hangat dan lembut. ku turunkan trs ciumanku ke leher, puting susu, perut, pusar, memek, selangkangan n paha mbak indah yg mulus.hingga mbak indah benar2 tidak tertutup sehelai benangpun. tubuh mbak indah aku rebahkan dgn lembut, ku mulai lg dari kecupan di kening, hidung, ciuman di bibir. aku melumat habis bibir mbak indah yg sexy dan mungil merah merekah.. lidahku bermain di ringga mulut mbak indah, kedua tanganku meremas-emas dan memilin-milin putting susu mbak indah.. ooouuuhh… andre… enak banget sayang.. mbak jd ke enakan, trs sayaang.. mbak blm pernah mendapatkan sentuhan yg seperti ini, ooouuu…ssssttt mbak indah mendesis tatkalah ujung lidahku menari-nari di putting susunya, ndre.. putting mbak, andre apain sayang.. ko rasa nya enak bgt. mbak indah mulai meracau keenakan. kini kami bedua benar2 bugil.. untuk saja pintu kamar sudah di kunci dan ada suara tv yg agak keras, sehingga tetangga kamarku ga akan mendengar desahan dan jeritan mbak indah.
Kini aku mulai melumat memek mbak indah.. aku sibak rumput yg menutupin parit memek mbak indah.. busseet.. gumanku.. memek nya begitu wangi merah dan bersih. tanpa ragu lagi, mulai ku daratkan ujung lidahku ke bibir memek mbak indah.. eeemm.. oooo.. sssstttt….enak sayang… oya, trs ndre.. mbak suka bgt andre isep memek mbak.. akupun semakin bergaiah mendengar racauan dan rintihan mbak indah, ku lumat habis memek dan klitoris ,mbak indah, mbak indah mengglinjang-glinjang tak karuan saat aku melumat habis memek dan klitoris nya, ndre.. ayo sayang.. masukin sayang.. mbak ga kuat lg, aku tetap saja memainkan ujung lidahku du lubang kenikmatan milik mbak indah, sayaaang.. mbak ga tahan lagi niih.. mbak isap dedek andre ya.. pintaku, mana sayang biar mbak isap dedek andre yg gede dan enak itu. akupun melakukan posisi 69 agar kami bisa saling menghisap kemaluan, setiap aku ganas menghisap memeknya, mbak indah pun mengerang dan menghisap dan mengocok dedek aku dgn galak. ndre.. dedek andre gede banget sayang.. klo di masukin ke memek mbak pasti enak ndre.. mbak indah semakin meacau, bentar sayang.. mencoba menenangkan mbak indah, merasa ketengan dedekku sdh maksimal akupun mulai memasukan dedekku ke lubang memek mbak indah yg dari td sudah basah kuyup, aku melebarkan selangkangan mbak indah dan mengarahkan dedekku tepat di depan lubang memek mbak indah. tahan ya sayang.. andre tekan memek mbak pelan-pelan.. kataku, akupun mulai menekan pelan-pelan.. ooouuuww… mbak indah menjerit.. memek nya begitu sempit, sehingga aku agak kesusahan untuk memaksukannya, aku berusaha trs dan akhirnyapun berhasil masuk, tatkalah dedekku masuk seluruhnya.. tiba-tiba mbak indah menjerit dan memeluk aku.. sakit andre… dedek andre terlalu besar.. memek mbak kesakitan, rintihan mbak indah terishak-ishak sambil kesakitan, sabar ya sayang.. nanti juga enak ko, aku mencoba menenang kan mbak indah.. pelan-pelan tp pasti aku memaju mundurkan pinggangku agar mbak indah tdk terlalu merasakan sakit, aku memaju mundurkan pinggang ku dgn sabar dan hati-hati. Setelah dedekku mulai agak licin kluar masuk di memek indah, akupun mulai mempecepat gerakan ku. oooowwwww…. ndre…. enak bgt sayang.. trs sayang… racau mbak indah.. aku percepat lg goyangan ku sambil meremas-remas kedua susunya.
Aku trs saja menggenjot memek mbak indah yg masih sempit dan enak itu, mbak indah meracau ga karuan kepalanya di gelengkan kekiri dan ke kanan, matanya merem melek kadang mendelik tatkalah aku menhujam keas-keras dedekku ke lubang memeknya. Oooooccchh…. Oouuuwwwhhh aaaakkkkhhh… andre sayang.. mbak mo kluaaar… trs sayang genjot yg cepaaat.. ooouuueewwwhhhh enak bgt dedek andre. mbak mau bgt sayang.. pokok nya mau terus di sodok-sodok sama dedek andre. sambil memeluk andre, mbak indah mengerang.. oooouuueuww.. mbak indah pun orgasme, terasa lahar hangat milik memek mbak indah menyirami batang dedek ku, aku balikan tubuh mbak indah. kini posisi mbak idah tengkurap, aku pun mulai menekan dedek ku dari belakang.. aku lebarkan kedua kaki mbak indah agar aku lebih mudah menghujamkan dedek ku ke lubang memek nya, aku tekan trs sampai kandas.. ooowww.. enak bgt memek mbak sayang.. andre jd ketagihan pengen ngentot mbak trs.. trs aku genjot memek mbak indah. kini kaki mbak indah aku rapatkan kembali, hal ini bisa menimbulkan sensasi remasan vagina yg sangat nikmat, aku genjot trs dari belakang dgn posisi aku menindih tubuh mbak indah.. aku semakin memepercepat gerakan ku, beberapa menit kemudian mbak indah menjerit.. ndre.. oooowwwwhh… mbak mo kluar lg sayaang… oooooo,,, enak bgt siich.. dedek andre.. sampe-sampe mbak kluar lg.. aku trs saja memacu gerakan ku, kini posisi aku ganti dogy style, aku menarik pinggang mbak indah agar setengah berdiri, aku genjot terus mbak indah sambil menarik-narik pinggul mbak indah. mbak indah mengeleng-gelengkan kepalanya, mendapatkan sensasi yg luar biasa dr setiap sodokan dedeku, aku trs sama memacu, memaju-mundurkan pinggangku, baru beberapa menit kemudian mbak indah orgasme kembali, sudah tiga kali mbak indah orgasme, sementara aku blm mencapai puncak. posisi aku ganti lg, tubuh mbak indah aku miringin. dgn posisi badan mbak indah miring ke samping, kaki kanan di bawah, kaki kiri andre angkat ke pundak andre, andre mulai lg menghujamkan dedek andre lbh kandas.. posisi ini memungkinkan batang kontol bisa amblas semua tanpa hambatan, bagi perempuan akan berasa sakit di pinggang dan leher rahim, baru beberapa menit andre genjot dgn posisi ini mbak endah da oegasme kembali.. ndre… ooowww…sssttttt… mbak kluar lg.. aku trs saja menggenjot memek mbak inah yg sudah membengkak dan becek itu, suara-suara becek pun mulai terdengar, cplok.. cplok..clpok..clpok.. di setiap hentakan yg aku berikan. aku kembali lg ke posisi semula, posisi standart, aku tekan dan tidak begitu sulit lg dedekku untuk masuk ke lubang memek mbak indah krn memek mbak indah sudah terlalu becek.. andre sayang.. ayo kluarin dong sayang… knp di tahan-tahan.. mbak da ga kuat lg, aku ga tega melihat mbak indah yg sudah memohon untuk menyelesaikan nya, iya mbak, jawabku, mbak kakinya di rapetin sayang.. jgn di kangkangin, iya syang di rapetin. bls mbak indah.. begitu kaki mbak indah rapat aku langsung mempercepat gerakanku, ndre ooowww,,, uuuuggghhg.. sayaaaaaaang…. enaak bangeeeet… memek mbak seperti di pijat-pijat.. iya mbak… dedek andre juga seperti di remas-remas.. enak banget mbak.. oooo.. memek mbak indah enak banget sayang.. andre mo kluar.. aku pun semakin mempecepat gerakan ku, tiba-tiba.. oooowwww… mbak juga mo kluar sayang.. barengan yuuuk…ajak mbak indah.. kamipun dgn isyarat menyamakan irama kami, dan kamipun orgasme secara bersamaan.. mbaaaak… andreeee.… bareng mbaaaak.. iya sayaaaaang… ooooouuuuwwwhhh.. sssstttt… aaaaaaaahhhkk… kami orgasme bersamaan sambil berpelukan. andre hebat bgt sayang.. mbak puas bgt hari ini, belum pernah mbak dpt yg sepeti ini, wajah mbak indah klihatan sumringah. mbak bener-bener puas, aku bisa mengartian semua kata-kata mbak indah.
Selama ini mbak indah memang bener-bener haus akan sex dan perhatian yg kurang dia dapatkan dari suami nya.ku biarkan tubuh mbak indah yg masih bugil tidur di pelukan ku, tangan kananku mengusap-usap kening nya, dan tangan kiriku membelai-belai rambut yg ada di memek mbak indah. kamu bener-bener hebat ndre… kamu sudah byk pengalaman tentang sex, dan kamu sangat kuat. puji mbak indah. aaah… andre biasa aja mbak, jawabku merendah. mbak juga hebat.. mampu bertahan dari serangan-serangan andre. puji ku. boleh ga mbak meminta sesuatu.. tanya mbak indah penuh isyarat. apa itu mbak.. selagi mampu andre akan berikan buat mbak indah. tanyaku kembali. mbak ingin dedek andre yg gede panjang dan kuat itu cuma milik mbak seorang, jgn berikan buat yg lain, pinta mbak indah. aku tersenyum, yakinlah mbak.. dedek andre cuma buat mbak seorang, tidak akan ada yg menikmati kedasyatan dedek andre ini, jawabku meyakinkan mbak indah sambil membimbing tangan mbak indah ke arah dedek ku. mbak indah percaya dan hatinya pun tenang. kamipun tertidur pulas sambil berpelukan, tv tetap aku biarkan menyala agar teman kost ku tidak curiga. malam tepat jam 7 mbak indah aku antar pulang sampai terminal, aku perhatikan dari raut wajahnya dia begitu berat berpisah dgn ku. aku kirim sms ke no hpnya agar mbak indah tdk perlu khawatir dan akan tetap ku pegang kata-kataku, mbak indah pun tersenyum puas. bis pun melaju. mbak indah hilang dari pandanganku.
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..
Awal aku mengenal dia dari chating, sebut saja nama nya indah(bukan nama sebenarnya). dia seorang istri yg kesepian karena suaminya tdk perduli lg dgn dia., mbak indah sudah 5 tahun tdk pernah lg mendapatkan kehangatan dr suaminya. itu semua berawal semenjak dia menangkap basah suaminya berselingkuh dgn wanita lain. mbak indah adalah sosok perempuan yg sempurna, kulit kuning halus, hidung mancung kecil mungil, tinggi 165 berat badan 46, ukuran BH 34. rambut lurus dan halus. waktu itu aku msh kuliah di salah satu perguruan swasta di jogja. seperti biasa aku chating di sore hari, hai.. boleh kenal dong..saya andre, kamu siapa..boleh tau nama kamu. dari seberang dia menjawab, saya indah. senang berkenalan dgn kamu, akupun membalas. singkat cerita kamipun akrab dan saling memberikan no tlp, kami sudah tidak lg ngobrol di chating, tp kami lebih byk ngobrol di tlp. sore jam 2 indah sampai di jogja, sebelum nya akupun sudah menunggu kedatangannya di tempat yg sudah kami sepakatin.
Aku memperhatikan para penumpang yg turun dari bis, ketika ada seorang cewek cakep turun seperti sedang mencari-cari sesuatu, aku pun segera menyapa nya, indah ya.. sapaku. iya.. kamu andre. iya jawabku. kami pun ngbrol sejenak. gmna perjalanan nya mbak.. asik ga.. tanyaku. waah.. capek ndre.. klo gitu kita langsung ke tempat andre aja, supaya mbak indah bisa istrahat sejenak, aku menawarkan, ya baiklah. jawab mbak indah. akhirnya kami pun segera meluncur menuju tempat kost ku.setelah beberapa menit sampailah kami di tempat kost ku. kita sudah sampai mbak, ayo masuk.jgn malu-malu, rayuku. mbak indah pun mengikuti langkahku sambil berkomentar, kost kamu bagus juga ya ndre, yaa.. sedanglah mbak.. jawabku singkat. kamu bisa aja ndre, sukanya jawab sedang mulu. looh.. sedang itukan banyak artinya mbak. iya sich.. bls mbak indah. yg mna kamar kamu ndre.. tanya mbak indah, yg ini mbak, jawabku sambil menunjukan arah yg kumaksud. silahkan masuk mbak, jangan sungkan. kita kan da kenal lama mbak, bukan sehari dua hari, sambil meyakinkan mbak idah. akupun membuka pintu dan memprsilahkan masuk. silahkan masuk mbak, sambil aku memperlakukan mbak indah bak mempersilahkan masuk seorang putri raja.
Aku mempersilahkan mbak indah duduk, akupun menyalakan televisi, waah kamar kamu komplet ya ndre, komenta mbak indah, biasa aja ko mbak.. nama nya juga anak kost, akupun mengabilkan minuman segar dari lemari es. Ini mbak minum biar segar, andre tau mbak pasti haus setelah perjalanan jauh. mbak indah pun menerimanya dan meminumnya. klo mbak msh capek istrahat aja dulu sambil nonton tv. ga ko jawab mbak indah, kemudian kami pun telibat obrolan, mulai dr pekejaan, klaurga dan kesepian nya yg terpendam , krn kebutuhan biologis nya tdk tersalur dengan sempurna, di selah-selah obrolan kami, tiba-tiba hp mbak indah berdering, bentar ya ndre. dr temen.. mbak indah menjelaskan. akupun megalihkan pandangan ku ke tv, krn aku tdk mau mendengar pembicaaan orang lain, selesai mbak indah menerima tlp dr temen nya kami pun melanjutkan obrolan kami yg sempat terputus td. andre mau liat photo anak mbak, mbak indah menawarkan. boleh mbak, jawabku. mbak indah pun memperlihatkan photo anak nya yg di simpan di hp. agar bisa melihat photo anak nya akupun merapatkan posisiku lebih dekat ke mbak endah. tanpa sengaja sewaktu melihat-lihat photo anak nya, siku tanganku menyenggol susu mbak indah.maaf mbak, andre ga sengaja, akupun segera meminta maaf. tapi tatapan mataku tetap tertuju pada kedua susunya. gpp ko, jawab mbak indah ringan. klo andre mau lihat susu mbak juga boleh.. mbak indah menawarkan kepadaku seakan yakin apa yg aku inginkan. aku terkejut dan wjahku memerah. aku tdk menyangka akan mendapat durian runtuh. Seperti mimpi rasanya, tp aku masih ragu, apakah mbak indah serius atau hanya memancing saja.. aku memberanikan diri untuk memegang susu mbak indah, akupun mulai menyentuh susu mbak indah, tp mbak indah diam saja. Aku lebih berani dan mulai meremas-remas susu mbak indah.eeeehhmmm… erang mbak indah keenakan. gitu mendapat respon darinya akupun tdk mau lg menyia-nyiakan kesempatan yg ada di depan mata. aku memeluk mbak indah, meremas-emas susunya, mencium dan melumat bibir nya, lidahku bermain di dalam rongga mulutnya sambil di imbangin dgn permainan lidahnya ooouuuhhh… andre.. enak sekali sayang..
Tangan ku trs bergrilya, mulutku melumat bibirnya yg sexy, sementara tangan kiriku meremas-remas susunya, tangan kananku menggesek-gesek selangkangan mbak indah dgn lembut tp pasti… ooooohhh… enak bgt sayang.. andre pinter bgt sayang.. trs sayang.. puting mbak di kulum. pinta mbak indah, aku trs saja mengulum, meremas dan menggesek-gesek selangkangan mbak indah. tangan nya ku bimbing menuju dedekku yg sudah tegang dari td, aku bisikan pelan di telinga mbak indah dgn desahan.. mainin dedeknya andre dengan tangan mbak yg halus itu sayang.. mbak indah pun menurut saja. Aku cium kening mbak indah dgn lembut, trs mata, hidung, trs bibir mbak indah yg mungil n merah itu. segera melucuti pakaian mbak indah satu persatu sambil tetap memberikan ciuman yg hangat dan lembut. ku turunkan trs ciumanku ke leher, puting susu, perut, pusar, memek, selangkangan n paha mbak indah yg mulus.hingga mbak indah benar2 tidak tertutup sehelai benangpun. tubuh mbak indah aku rebahkan dgn lembut, ku mulai lg dari kecupan di kening, hidung, ciuman di bibir. aku melumat habis bibir mbak indah yg sexy dan mungil merah merekah.. lidahku bermain di ringga mulut mbak indah, kedua tanganku meremas-emas dan memilin-milin putting susu mbak indah.. ooouuuhh… andre… enak banget sayang.. mbak jd ke enakan, trs sayaang.. mbak blm pernah mendapatkan sentuhan yg seperti ini, ooouuu…ssssttt mbak indah mendesis tatkalah ujung lidahku menari-nari di putting susunya, ndre.. putting mbak, andre apain sayang.. ko rasa nya enak bgt. mbak indah mulai meracau keenakan. kini kami bedua benar2 bugil.. untuk saja pintu kamar sudah di kunci dan ada suara tv yg agak keras, sehingga tetangga kamarku ga akan mendengar desahan dan jeritan mbak indah.
Kini aku mulai melumat memek mbak indah.. aku sibak rumput yg menutupin parit memek mbak indah.. busseet.. gumanku.. memek nya begitu wangi merah dan bersih. tanpa ragu lagi, mulai ku daratkan ujung lidahku ke bibir memek mbak indah.. eeemm.. oooo.. sssstttt….enak sayang… oya, trs ndre.. mbak suka bgt andre isep memek mbak.. akupun semakin bergaiah mendengar racauan dan rintihan mbak indah, ku lumat habis memek dan klitoris ,mbak indah, mbak indah mengglinjang-glinjang tak karuan saat aku melumat habis memek dan klitoris nya, ndre.. ayo sayang.. masukin sayang.. mbak ga kuat lg, aku tetap saja memainkan ujung lidahku du lubang kenikmatan milik mbak indah, sayaaang.. mbak ga tahan lagi niih.. mbak isap dedek andre ya.. pintaku, mana sayang biar mbak isap dedek andre yg gede dan enak itu. akupun melakukan posisi 69 agar kami bisa saling menghisap kemaluan, setiap aku ganas menghisap memeknya, mbak indah pun mengerang dan menghisap dan mengocok dedek aku dgn galak. ndre.. dedek andre gede banget sayang.. klo di masukin ke memek mbak pasti enak ndre.. mbak indah semakin meacau, bentar sayang.. mencoba menenangkan mbak indah, merasa ketengan dedekku sdh maksimal akupun mulai memasukan dedekku ke lubang memek mbak indah yg dari td sudah basah kuyup, aku melebarkan selangkangan mbak indah dan mengarahkan dedekku tepat di depan lubang memek mbak indah. tahan ya sayang.. andre tekan memek mbak pelan-pelan.. kataku, akupun mulai menekan pelan-pelan.. ooouuuww… mbak indah menjerit.. memek nya begitu sempit, sehingga aku agak kesusahan untuk memaksukannya, aku berusaha trs dan akhirnyapun berhasil masuk, tatkalah dedekku masuk seluruhnya.. tiba-tiba mbak indah menjerit dan memeluk aku.. sakit andre… dedek andre terlalu besar.. memek mbak kesakitan, rintihan mbak indah terishak-ishak sambil kesakitan, sabar ya sayang.. nanti juga enak ko, aku mencoba menenang kan mbak indah.. pelan-pelan tp pasti aku memaju mundurkan pinggangku agar mbak indah tdk terlalu merasakan sakit, aku memaju mundurkan pinggang ku dgn sabar dan hati-hati. Setelah dedekku mulai agak licin kluar masuk di memek indah, akupun mulai mempecepat gerakan ku. oooowwwww…. ndre…. enak bgt sayang.. trs sayang… racau mbak indah.. aku percepat lg goyangan ku sambil meremas-remas kedua susunya.
Aku trs saja menggenjot memek mbak indah yg masih sempit dan enak itu, mbak indah meracau ga karuan kepalanya di gelengkan kekiri dan ke kanan, matanya merem melek kadang mendelik tatkalah aku menhujam keas-keras dedekku ke lubang memeknya. Oooooccchh…. Oouuuwwwhhh aaaakkkkhhh… andre sayang.. mbak mo kluaaar… trs sayang genjot yg cepaaat.. ooouuueewwwhhhh enak bgt dedek andre. mbak mau bgt sayang.. pokok nya mau terus di sodok-sodok sama dedek andre. sambil memeluk andre, mbak indah mengerang.. oooouuueuww.. mbak indah pun orgasme, terasa lahar hangat milik memek mbak indah menyirami batang dedek ku, aku balikan tubuh mbak indah. kini posisi mbak idah tengkurap, aku pun mulai menekan dedek ku dari belakang.. aku lebarkan kedua kaki mbak indah agar aku lebih mudah menghujamkan dedek ku ke lubang memek nya, aku tekan trs sampai kandas.. ooowww.. enak bgt memek mbak sayang.. andre jd ketagihan pengen ngentot mbak trs.. trs aku genjot memek mbak indah. kini kaki mbak indah aku rapatkan kembali, hal ini bisa menimbulkan sensasi remasan vagina yg sangat nikmat, aku genjot trs dari belakang dgn posisi aku menindih tubuh mbak indah.. aku semakin memepercepat gerakan ku, beberapa menit kemudian mbak indah menjerit.. ndre.. oooowwwwhh… mbak mo kluar lg sayaang… oooooo,,, enak bgt siich.. dedek andre.. sampe-sampe mbak kluar lg.. aku trs saja memacu gerakan ku, kini posisi aku ganti dogy style, aku menarik pinggang mbak indah agar setengah berdiri, aku genjot terus mbak indah sambil menarik-narik pinggul mbak indah. mbak indah mengeleng-gelengkan kepalanya, mendapatkan sensasi yg luar biasa dr setiap sodokan dedeku, aku trs sama memacu, memaju-mundurkan pinggangku, baru beberapa menit kemudian mbak indah orgasme kembali, sudah tiga kali mbak indah orgasme, sementara aku blm mencapai puncak. posisi aku ganti lg, tubuh mbak indah aku miringin. dgn posisi badan mbak indah miring ke samping, kaki kanan di bawah, kaki kiri andre angkat ke pundak andre, andre mulai lg menghujamkan dedek andre lbh kandas.. posisi ini memungkinkan batang kontol bisa amblas semua tanpa hambatan, bagi perempuan akan berasa sakit di pinggang dan leher rahim, baru beberapa menit andre genjot dgn posisi ini mbak endah da oegasme kembali.. ndre… ooowww…sssttttt… mbak kluar lg.. aku trs saja menggenjot memek mbak inah yg sudah membengkak dan becek itu, suara-suara becek pun mulai terdengar, cplok.. cplok..clpok..clpok.. di setiap hentakan yg aku berikan. aku kembali lg ke posisi semula, posisi standart, aku tekan dan tidak begitu sulit lg dedekku untuk masuk ke lubang memek mbak indah krn memek mbak indah sudah terlalu becek.. andre sayang.. ayo kluarin dong sayang… knp di tahan-tahan.. mbak da ga kuat lg, aku ga tega melihat mbak indah yg sudah memohon untuk menyelesaikan nya, iya mbak, jawabku, mbak kakinya di rapetin sayang.. jgn di kangkangin, iya syang di rapetin. bls mbak indah.. begitu kaki mbak indah rapat aku langsung mempercepat gerakanku, ndre ooowww,,, uuuuggghhg.. sayaaaaaaang…. enaak bangeeeet… memek mbak seperti di pijat-pijat.. iya mbak… dedek andre juga seperti di remas-remas.. enak banget mbak.. oooo.. memek mbak indah enak banget sayang.. andre mo kluar.. aku pun semakin mempecepat gerakan ku, tiba-tiba.. oooowwww… mbak juga mo kluar sayang.. barengan yuuuk…ajak mbak indah.. kamipun dgn isyarat menyamakan irama kami, dan kamipun orgasme secara bersamaan.. mbaaaak… andreeee.… bareng mbaaaak.. iya sayaaaaang… ooooouuuuwwwhhh.. sssstttt… aaaaaaaahhhkk… kami orgasme bersamaan sambil berpelukan. andre hebat bgt sayang.. mbak puas bgt hari ini, belum pernah mbak dpt yg sepeti ini, wajah mbak indah klihatan sumringah. mbak bener-bener puas, aku bisa mengartian semua kata-kata mbak indah.
Selama ini mbak indah memang bener-bener haus akan sex dan perhatian yg kurang dia dapatkan dari suami nya.ku biarkan tubuh mbak indah yg masih bugil tidur di pelukan ku, tangan kananku mengusap-usap kening nya, dan tangan kiriku membelai-belai rambut yg ada di memek mbak indah. kamu bener-bener hebat ndre… kamu sudah byk pengalaman tentang sex, dan kamu sangat kuat. puji mbak indah. aaah… andre biasa aja mbak, jawabku merendah. mbak juga hebat.. mampu bertahan dari serangan-serangan andre. puji ku. boleh ga mbak meminta sesuatu.. tanya mbak indah penuh isyarat. apa itu mbak.. selagi mampu andre akan berikan buat mbak indah. tanyaku kembali. mbak ingin dedek andre yg gede panjang dan kuat itu cuma milik mbak seorang, jgn berikan buat yg lain, pinta mbak indah. aku tersenyum, yakinlah mbak.. dedek andre cuma buat mbak seorang, tidak akan ada yg menikmati kedasyatan dedek andre ini, jawabku meyakinkan mbak indah sambil membimbing tangan mbak indah ke arah dedek ku. mbak indah percaya dan hatinya pun tenang. kamipun tertidur pulas sambil berpelukan, tv tetap aku biarkan menyala agar teman kost ku tidak curiga. malam tepat jam 7 mbak indah aku antar pulang sampai terminal, aku perhatikan dari raut wajahnya dia begitu berat berpisah dgn ku. aku kirim sms ke no hpnya agar mbak indah tdk perlu khawatir dan akan tetap ku pegang kata-kataku, mbak indah pun tersenyum puas. bis pun melaju. mbak indah hilang dari pandanganku.
Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..