Navigation


RSS : Articles / Comments


Tampilkan postingan dengan label Cerita Perawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Perawan. Tampilkan semua postingan

The Boss Daughter

21.31, Posted by admin, No Comment

Aku bekerja sebagai seorang sopir untuk pengusaha WNI kaya di Surabaya. Namaku Herman, umurku 25 tahun, dan berasal dari Malang. Aku sudah bekerja selama 3 tahun pada juraganku ini, dan aku sedang menabung untuk melanjutkan kuliahku yang terpaksa berhenti karena kurang biaya. Wajahku sih kata orang ganteng, ditambah dengan tubuh atletis dan kekar berkat latihan beban yang sangat aku gemari. Banyak teman SMA-ku yang dulu bilang, seandainya aku anak orang kaya, pasti sudah jadi play boy kelas berat. Memang ada beberapa teman cewekku yang dulu naksir padaku, tetapi tidak aku tanggapi. Mereka bukan tipeku. Entah mengapa, aku paling suka dengan wanita keturunan. Paling tidak tahan aku kalau melihat kulit mereka yang putih mulus, ingin rasanya merasakan kelembutannya.

Mungkin memang sudah normal bila seseorang tertarik dengan ras yang lain. Juraganku punya seorang anak tunggal, gadis berumur 17 tahun, kelas 2 SMA favorit di Surabaya. Namanya Inge. Tiap hari aku mengantarnya ke sekolah. Aku kadang hampir tidak tahan melihat tubuh Inge yang seksi sekali. Tingginya kira-kira 170 cm, dan payudaranya besar dan kelihatannya kencang sekali. Ukurannya kira-kira 36C. Ditambah dengan penampilannya dengan rok mini dan baju seragamnya yang tipis, membuatku ingin sekali menyetubuhinya. Setiap kali mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku depan di sampingku, dan kadang-kadang aku melirik melihat pahanya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus atau pada belahan payudaranya yang terlihat dari balik seragam tipisnya itu.

Tapi aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak juraganku. Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil BMW biru metalik aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku menunggu Non-ku di gerbang sekolahnya.
Tak lama dia muncul bersama teman-temannya.
“Siang, Non.., mari saya bawakan tasnya”.

“Eh.., Pak, udah lama nunggu?”, katanya sambil mengulurkan tasnya padaku.
“Barusan kok Non..”, jawabku.
“Nge.., ini toh supirmu yang kamu bicarain itu. Lumayan ganteng juga sih.., ha.., ha..”, salah satu temannya berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hus..”, sahut Non-ku sambil tersenyum. “Jadi malu dia nanti..”.
Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang.
“Kenalin nih Pak, temanku”, Non-ku berkata sambil tersenyum. Aku segera mengulurkan tangan dan berkenalan.
“Herman”, kataku sambil merasakan tangan temannya yang lembut.
“Mei-Ling”, balasnya sambil menatap dadaku yang bidang dan berbulu.
“Pak, antar kita dulu ke rumah Mei-Ling di Darmo Permai”, instruksi Non Inge sambil menyilangkan kakinya sehingga rok mininya tersingkap ke atas memperlihatkan pahanya yang putih mulus.

“Baik Non”, jawabku. Tak terasa penisku sudah mengeras menyaksikan pemandangan itu. Ingin rasanya aku menjilati paha itu, dan kemudian mengulum payudaranya yang padat berisi, kemudian menyetubuhinya sampai dia meronta-ronta.., ahh.

Tak lama kitapun sampai di rumah Mei-Ling yang sepi. Rupanya orang tuanya sedangke luar kota, dan merekapun segera masuk ke dalam. Tak lama Non Inge ke luar dan menyuruhku ikut masuk.
“Saya di luar saja Non”.
“Masuk saja Pak.., sambil minum dulu.., baru kita pulang”.
Akupun mengikuti perintah Non-ku dan masuk ke dalam rumah. Ternyata mereka berdua sedang menonton VCD di ruang keluarga.
“Duduk di sini aja Pak”, kata Mei-Ling menunjuk tempat duduk di sofa di sebelahnya.
“Ayo jangan ragu-ragu..”, perintah Non Inge melihat aku agak ragu.
“Mulai disetel aja Mei”, Non Inge kemudian mengambil tempat duduk di sebelahku.
Tak lama kemudian.., film pun dimulai.., Wowww.., ternyata film porno. Di layar tampak seorang pria negro sedang menyetubuhi dua perempuan bule secara bergantian. Napas Non Inge di sampingku terdengar memberat, kemudian tangannya meremas tanganku. Akupun sudah tidak tahan lagi dengan segala macam cobaan ini. Aku meremas tangannya dan kemudian membelai pahanya. Tak berapa lama kemudian kamipun berciuman. Aku tarik rambutnya, dan kemudian dengan gemas aku cium bibirnya yang mungil itu.
“Hmm.. Eh”, Suara itu yang terdengar dari mulutnya, dan tangankupun tak mau diam beralih meremas-remas payudaranya.
Kubuka kancing seragamnya satu persatu sehingga tampak bongkahan daging kenyal yang putih mulus punya Non-ku itu. Aku singkap BH-nya ke bawah sehingga tampaklah putingnya yang merah muda dan kelihatan sudah menegang.

“Ayo.., hisap Pak.., ahh”. Tak perlu dikomando lagi, langsung aku jilat putingnya, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang sebelah kiri. Aku tidak memperhatikan apa yang dilakukan temannya di sebelah, karena aku sedang berkonsentrasi untuk memuaskan nafsu birahi Non Inge. Setelah puas menikmati payudaranya, akupun berpindah posisi sehingga aku jongkok tepat di depan selangkangannya. Langsung aku singkap rok seragam SMA-nya, dan aku jilat CD-nya yang berwarna pink. Tampak bulu vaginanya yang masih jarang menerawang di balik CD-nya itu.

“Ayo, jilatin memekku Pak”, Non Inge mendesah sambil mendorong kepalaku. Langsung aku sibak CD-nya yang berenda itu, dan kujilati kemaluannya.
“Ohh.., nikmat sekali..”, erangan demi erangan terdengardari mulut Non-ku yang sedang aku kerjai. Benar-benar beruntung aku bisa menjilati kemaluan seorang gadis kecil anak konglomerat. Tanganku tak henti mengelus, meremas payudaranya yang besar dan kenyal itu.

“Aduh, cepetan dong, yang keras.., aku mau keluar.., ehhmm ohh..”. Tangan Non Inge meremas rambutku sambil badannya menegang. Bersamaan dengan itu keluarlah cairan dari lubang vaginanya yang langsung aku jilat habis. Akupun berdiri dan membuka ritsluiting celanaku. Tapi sebelum sempat aku buka celanaku, Non Inge telah ambil alih.

“Biar saya yang buka Pak”, katanya.
Tangannya yang mungil melepas kancing celana jeansku, dan membantuku membukanya. Kemudian tangannya meremas-remas penisku dari luar CD-ku. Dijilatinya CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku. Akupun sudah tak tahan lagi, langsung aku buka CD-ku sehingga penisku yang berukuran 20 cm dan sudah tegak, bergelantung ke luar.

“Ih, besar sekali”, desis Non Inge, sambil tangannya mengelus-elus penisku. Tak lama kemudian dijilatinya buah pelirku terus menyusuri batang kemaluanku. Dijilatinya pula kepala penisku sebelum dimasukkannya ke dalam mulutnya. Aku remas rambutnya yang berbando itu, dan aku gerakkan pantatku maju mundur, sehingga aku seperti menyetubuhi mulut anak juraganku ini. Rasanya luar biasa.., bayangkan.., penisku yang berukuran 20 cm itu dan berwarna hitam legam sedang dikulum oleh mulut seorang gadis manis. Pipinya yang putih tampak menggelembung terkena batang kemaluanku.
“Punyamu besar sekali Pak.., saya suka.., ehmm..”, katanya sambil kemudian kembali mengulum kemaluanku.

Setelah kurang lebih 10 menit Non Inge menikmati penisku, dia suruh aku duduk di sofa. Kemudian dia menghampiriku sambil membuka seluruh pakaiannya sehingga dia tampak telanjang bulat. Dinaikinya pahaku, dan diarahkannya penisku ke liang vaginanya.
“Ayo.., setubuhi saya..”, katanya memberi instruksi, aku tahu dia ingin merasakan nikmatnya penisku yang besar itu. Diturunkannya pantatnya, dan peniskupun masuk perlahan ke dalam liang vaginanya.

Kemaluannya masih sempit sekali sehingga masih agak sulit bagi penisku untuk menembusnya. Tapi tak lama masuk juga separuh dari penisku ke dalam lubang kemaluan anak juraganku ini.

“Ahh.., yeah.., sekarang masukin deh penis bapak yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Tangannya meremas dadanya sendiri, dan kemudian disodorkannya putingnya untukku.
“Yah, begitu dong Pak”, Tak perlu aku tunggu lebih lama lagi langsung aku lahap payudaranya yang montok itu. Sementara itu Non Inge masih terus naik turun sambil kadang-kadang memutar-mutar pantatnya, menikmati penis besar sopirnya ini.
“Sekarang setubuhi saya dalam posisi nungging..”, instruksinya. Diapun turun dan menungging menghadap ke sofa.
“Ayo Pak.., setubuhi saya dari belakang”, Non Inge menjelaskan maksudnya padaku. Akupun segera berdiri di belakangnya, dan mengelus-elus pantatnya yang padat.

Kemudian kuarahkan penisku ke lubang vaginanya, tetapi agak sulit masuknya. Tiba-tiba tak kusangka ada tangan lembut yang mengelus penisku dan membantu memasukkannya ke liang vagina Non Inge. Aku lihat ke samping, ternyata Mei Ling, yang membantuku menyetubuhi temannya. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat dan pahaku.

Aku langsung menyetubuhi Non Inge dari belakang. Kugerakkan pantatku maju mundur, sambil memegang pinggul Nonku.
“Ahh.., Pak.., Pak.., Terus.., nikmat sekali”, Non Inge mengerang nikmat. Tubuhnya tampak berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang. Kupilin-pilin puting susunya, dan erangan Non Inge makin hebat.
Mei Ling sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan diciumnya bibirku dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku. Sambil berciuman dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak buah dadanya yang tidak terlalu besar, tetapi tampak padat.
“Ohh.., terus dong Pak yang cepat”, Non Inge mengerang makin hebat. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku.
“Non.., saya juga hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar Pak.., keluarin dimulutku..”, kata Non Inge.

Non Inge dan Mei Ling berlutut di depanku, dan Mei-Ling yang sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di depannya, langsung mengulum penisku di mulutnya. Sementara itu Non Inge menjilat-jilat buah pelirku. Mereka berdua bergantian mengulum dan menjilat penisku dengan penuh nafsu. Akupun sibuk membelai rambut kedua remaja ini, yang sedang memuaskan nafsu birahi mereka.
“Ayo, goyang yang keras Pak..”, Non Inge memberiku instruksi sambil menelentangkan tubuhnya di atas karpet ruang keluarga.
“Ayo penisnya taruh di sini Pak”, kata Non Inge lagi. Akupun segera menaruh berlutut di atas dada Non-ku dan menjepit penisku di antara dua bukit kembarnya. Segera aku maju mundurkan pantatku, sambil tanganku mengapitkan buah dadanya.
“Oh, nikmat sekali..”.
Sementara Mei Ling sibuk mengelap tubuhku yang basah karena keringat. Tak berapa lama kemudian, akupun tak tahan lagi. Kuarahkan penisku ke dalam mulut Non Inge, dan dikulumnya sambil meremas-remas buah pelirku.
“Ahh.., Non.., ahh”, jeritku dan air manikupun menyembur ke dalam mulut mungil Non Inge. Akupun tidur menggelepar kecapaian di atas karpet, sementara Non Inge dan Mei Ling sibuk menjilati bersih batang kemaluanku.

Setelah itu kamipun sibuk berpakaian, karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Orang tua Inge termasuk orang tua yang strict pada anaknya, sehingga bila dia pulang telat pasti kena marah. Di mobil dalam perjalanan pulang, Inge memberiku uang Rp 100.000,-.
“Ambil Pak, buat uang rokok, Tapi janji jangan bilang siapa-siapa tentang yang tadi ya”, katanya sambil tersenyum. Akupun mengangguk senang.
“Besok kita ulangi lagi ya Pak.., soalnya Mei-Ling minta bagian”.

Demikian kejadian ini terus berlanjut. Hampir setiap pulang sekolah, Non Inge akan pura-pura belajar bersama temannya. Tetapi yang terjadi adalah dia menyuruhku untuk memuaskan nafsu birahinya dan juga teman-temannya, Mei-Ling, Linda, Nini, dll.
Tapi akupun senang karena selain mendapat penghasilan tambahan dari Non Inge, akupun dapat menikmati tubuh remaja mereka yang putih mulus.

Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..

Kereta Panas

21.01, Posted by admin, No Comment

Namaku adalah Rasti, tinggiku 163 cm, kulitku putih mulus, umurku baru saja mencapai 16 tahun 1 minggu lalu, aku bersekolah di sebuah SMA ternama di JakSel. Semua temanku selalu memuji kecantikan wajahku yang merupakan wajah campuran Jepang (ibuku) dengan Amerika (ayahku), juga aku selalu merawat tubuhku dengan fitness sehingga hasilnya bongkahan pantatku kencang dan padat serta dadaku berukuran 34B yang membusung dan kencang, dan karena aku memakai salep khusus, putingku menjadi warna pink kemerahan meskipun sering disedot oleh lelaki. Pertama kali aku kenal sex yaitu ketika aku baru kelas 3 SMP, waktu itu aku penasaran dengan penis cowok, maka dari itu aku meminta pacarku yang sudah kelas 2 SMA untuk memperlihatkan penisnya padaku, dan tentu saja dia senang memperlihatkannya, lalu entah kenapa waktu itu aku terangsang oleh sentuhannya dan akhirnya terjadilah peristiwa yang menyebabkan hilangnya keperawananku.

Biasanya kan, cowok yang “minta” duluan tapi aku tidak pernah malu untuk “minta” duluan karena nafsuku memang tinggi. Cerita ini dimulai ketika aku baru pulang dari rumah temanku pada jam 8 malam, tak disangka kereta yang kutunggu datang terlambat.

Aku terus menunggu walaupun agak boring. Memang sih, ortuku menyuruhku untuk memakai kendaraan pribadi tapi aku lebih memilih kendaraan umum karena aku tidak mau jadi anak manja yang kemana-mana naik mobil. Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya keretaku tiba juga, langsung saja aku masuk.

Di gerbong yang aku masuki, hanya ada aku dan 5 orang bapak-bapak yang duduknya saling berjauhan. Ketika aku masuk, mata ke 5 bapak itu memandang liar terhadapku karena pada saat itu, aku memakai seragam sekolah yang paling nakal diantara semua seragamku. Rok abu-abuku berjarak 15 cm di atas lutut, dan juga aku membuka 2 kancing baju seragamku. Aku memang suka memakai pakaian yang seksi karena selain aku percaya diri dengan tubuhku yang sintal, aku juga suka sekali memperlihatkan tubuhku yang indah kepada para lelaki atau yang biasa orang bilang eksibisionis.

Sebagai balasan pandangan mereka, aku hanya memberikan senyum kepada mereka. Lalu aku duduk di depan seorang bapak yang kutaksir berumur 50an, tampangnya bijaksana mengingatkanku pada guruku yang killer di sekolahku. Kulihat bapak itu tersenyum kearahku sambil melihat ke arah rokku seolah-olah bisa melihat apa yang dibalik rokku. Aku sih malah senang diliati seperti ini. Karena mungkin aku sudah kelelahan, aku tertidur.

Tiba-tiba kurasakan geli pada kedua buah dada dan putingku, spontan aku membuka mataku lalu aku mendapati tanganku sudah terikat ke salah satu besi yang berada di atas kepalaku (itu tuh… tempat buat taruh barang bawaan) dengan posisiku yang masih duduk di bangku kereta, juga seragam dan rokku sudah robek, mungkin karena aku terlalu lelah sampai-sampai aku tidak sadar ketika mereka merobek baju dan rokku.

Bhku sudah tak tahu entah kemana, kini dadaku yang kencang, putih mulus, dan berukuran 34B menjadi bulan-bulanan ke 4 laki-laki yang sedang mengerjaiku. Lalu aku merasakan ada yang menusuk-nusuk vaginaku yang masih terbungkus celana dalamku yang berwarna pink.

Ternyata ada seorang lagi yang menusuk-nusukkan jarinya ke dalam vaginaku, aku mendesah “aaahh…. terus….. jaaaa…..ngan be…..rhenti!!” karena sensasi jari yang menusuk-nusuk vaginaku serta jilatan-jilatan dari 4 orang yang menjilati setiap sudut dadaku membuat nafsuku yang memang tinggi menjadi tidak tertahankan. “wah, nih cewek malah suka, udah cantik, sexy, nafsunya tinggi lagi….” komentar bapak yang berada di depan vaginaku, aku tidak mendengar jelas karena aku mencapai orgasme yang pertama, mungkin kalau aku dengar dengan jelas, aku sudah ketakutan setengah mati. Lalu celana dalamku yang sudah basah karena cairan deras yang keluar dari vaginaku akibat orgasme dibuang ke luar kereta lewat jendela. Aku hanya bisa mendesah “mmmaaahhh….” ketika bapak yang berada di depan vaginaku mulai menjilati dan menyentil-nyentil klitorisku.

Si bapak itu terus menyapu sekitar bibir kemaluanku dengan lidahnya sampai cairanku habis ditelannya, sementara itu ke 4 bapak yang menjilati dadaku berebutan melahap dadaku. Lalu tiba-tiba ke 4 bapak menyingkir dari ke dua buah dadaku yang sudah basah oleh air liur mereka, dan 2 dari bapak itu mengangkat kakiku ke atas sehingga vaginaku yang merekah, berwarna kemerahan, dan masih sempit terlihat jelas oleh mereka. Lalu bapak yang tadi menjilati vaginaku, kini meletakkan kepala penisnya di pintu masuk vaginaku, lalu dia langsung menghujamkan penisnya yang besar,hitam, dan berurat ke dalam vaginaku yang sudah basah. Aku berteriak “aaahhh… sakit pak”, “sakit tapi enak kan….” balas bapak yang mengangkat kaki kiriku, lalu bapak yang sedang mengaduk-aduk vaginaku berkata “gila nih cewek, memeknya sempit banget, gak kuat gue nih lama-lama”, lalu bapak itu langsung memompa vaginaku secara perlahan namun pasti , ketika aku sedang asyik-asyiknya merasakan sodokan dan adukan penis bapak itu di dalam vaginaku, tiba-tiba kedua putingku digigit oleh 2 bapak yang dari tadi berdiri saja. Lalu 2 bapak yang memegangi kakiku, mengikat kakiku ke besi yang ada ikatan tali tanganku sehingga kini vaginaku lebih terangkat. Kemudian 2 bapak tadi mengambil handycam dari tas mereka masing-masing dan mulai merekam tubuhku yang sedang digarap oleh ke 3 temannya,lalu salah satu bapak itu berkata “waduh, nih cewek udah cantik, sexy, mulus, suka *******, coba bini gua, cantik ‘n mulus kayak gini, bisa betah gue di rumah” lalu mereka semua tertawa kecuali bapak yang sedang gencar menggenjot vaginaku, tiba-tiba bapak itu menekan penisnya sangat keras ke dalam vaginaku sehingga aku kesakitan tapi aku hanya bisa mendesah pelan “mmmmaahhh….” karena tenagaku sudah terkuras habis, dan sensasi dari kombinasi antara jilatan di kedua putingku dan sodokan-sodokan penis di dalam vaginaku membuatku mencapai orgasme yang ketiga sehingga aku berteriak “akkkkhhh….. aku keeee….. luuaaaarr!!!”, 15 menit kemudian bapak yang menggenjot vaginaku mempercepat genjotannya, tak lama kemudian dia berkata “aakkhh….keluar”, lalu menyemburlah sperma yang terasa sangat hangat di dalam vaginaku, lalu bapak itu berkata “gila, memeknya kayak ngisep ****** gue ke dalem, enak banget memeknya”, sedangkan aku hanya mendesah “hhhhaaaahhh…” karena kehabisan tenaga, lalu vaginaku terus digenjot sampai mereka berlima mengeluarkan sperma mereka ke dalam vaginaku, lalu mereka membuka ikatan di pergelangan tangan dan kakiku.

Mereka membiarkanku istirahat sejenak, sambil mengobrol-obrol denganku dan menanyakan nomor hpku. Aku bertanya kepada mereka kenapa memperkosaku, salah satu dari ke 5 bapak itu menjawab “siapa sih yang gak mau nyobain tubuh neng cantik dan sexy kayak neng”, “akh, bapak bisa aja. Bapak-bapak ini udah saling kenal ya?” balasku. Lalu bapak yang tadi berkata lagi “ya, kami teman SMA, kami abis reunian, kebetulan ketemu neng, jadi bisa refreshing, abisnya reuniannya isinya orang-orang yang umurnya 50an kayak kami, kami kan juga pengen ngerasain daun muda”, aku hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari orang yang baru saja menyetubuhiku dan orang itu sepantasnya menjadi bapakku.

Setelah 15 menitan aku duduk di bangku kereta, mereka sudah bernafsu lagi dan mereka mulai berebutan mengkorek-korekkan jari mereka ke dalam vagina dan anusku serta meremas-remas payudaraku yang montok. Ketika aku sedang merasakan sensasi nikmat dari korekan jari di kedua lubangku dan remasan-remasan di dada serta putingku oleh ke 5 bapak itu tiba-tiba kereta tiba di stasiun dan pintu kereta terbuka, untungnya tidak ada yang masuk ke gerbong kami. Tapi dari gerbong lainnya muncul petugas karcis yang sudah kakek-kakek, umurnya kuperkirakan 65 tahunan ke atas. Awalnya dia kaget melihat seorang gadis telanjang dikerumuni oleh 5 orang bapak-bapak, tapi mungkin karena melihat tubuh telanjangku yang begitu menggoda, kakek itu berkata “lagi asyik nih, boleh ikutan gak?”, “boleh pak, tubuhku kan emang buat muasin laki-laki” jawabku.

Kakek itu mendekati kami berenam, lalu mereka melucuti pakaian mereka sendiri. Kini, ada 6 orang laki-laki yang berebutan untuk meraba-raba tubuhku. Mereka terus meraba-raba tubuhku sampai aku mencapai orgasme yang entah keberapa kali. Ternyata, salah satu dari 5 orang bapak itu ada yang membawa tikar, langsung saja bapak itu menggelar tikar di lantai gerbong kereta.

Lalu sang kakek diberikan kesempatan pertama mencicipi vaginaku di ronde kedua ini, sang kakek langsung tidur di atas tikar, kemudian aku disuruh menaiki penisnya yang sudah tegang. Aku naik ke atas badannya dan mengarahkan penisnya ke vaginaku, ketika kepala penisnya berada di depan vaginaku, dia langsung menggerakkan pinggulnya ke atas sehingga penisnya masuk ke dalam vaginaku dengan sangat keras sampai aku merasa kesakitan dan berteriak “aaauuuwww……sakit…..”, tapi sepertinya dia tidak menghiraukannya.

Kakek itu menggenjot vaginaku dengan cepat dan kuat sehingga membuatku merasa nikmat sekali dan mendesah “aaahh….te…russ…jangan…..ber…..henti “, ketika aku sedang merasakan nikmatnya genjotan di vaginaku, tiba-tiba aku merasakan ada 2 jari yang mengkorek-korek anusku, tak lama kemudian, kurasakan penis yang hangat menyeruak masuk ke dalam anusku, lalu kudengar pemilik dari penis itu berkata “gila, lobang pantatnya sempitnya minta ampun…..enak banget”. Kini, aku merasakan sodokan di kedua lubangku, aku memejamkan mata untuk menghayati hujaman demi hujaman penis yang kulitnya sudah mengkerut tapi tetap nikmat yang mengaduk-aduk vagina dan anusku. 20 menit kemudian, sang kakek mempercepat frekuensi genjotannya sedangkan bapak yang menggenjot anusku kelihatannya belum mau orgasme, kurasakan penis yang ada di vaginaku berdenyut, tak lama kemudian sang kakek berkata “aaaakkhhh…..ke….luuu….aaaarr!!”, sang kakek menyemburkan lahar putih dan kentalnya yang hangat ke dalam vaginaku berbarengan dengan orgasmeku yang kedua di ronde kedua ini.

Daerah selangkanganku menjadi sangat basah karena sperma bapak itu dan juga cairanku sendiri sampai-sampai ada yang mengalir keluar dari vaginaku ke pahaku yang mulus. Kemudian tubuhku yang sudah lemas diangkat oleh bapak yang masih gencar mengerjai pantatku, lalu kakek tadi bangkit dari tikar dan digantikan dengan bapak yang lain, lalu aku didudukkan di penis bapak yang baru tidur di tikar oleh bapak yang mengerjai pantatku. 5 menit kemudian, akhirnya bapak yang menggenjot lubang anusku menyemburkan spermanya ke dalam lubang anusku dan sebagian spermanya mengalir keluar dari lubang anusku ke vagina dan pahaku kemudian lubang anusku dimasuki oleh penis lainnya, dan seperti sebelumnya dua lubang kenikmatanku digenjot oleh 2 penis yang berbeda, dan ketika sudah menyemburkan sperma di dalam vagina dan anusku, posisinya digantikan oleh bapak lainnya, begitu seterusnya sampai masing-masing bapak itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina, anus, dan mulutku. Semua persenggaman yang terjadi direkam dalam handycam.

Setelah mereka puas menggarap tubuhku selama lebih dari 1 1/2 jam, mereka membiarkanku tidur di tikar untuk istirahat dan mereka memotret dengan kamera yang dibawa kakek itu serta mereka juga merekam tubuhku yang sudah belepotan karena sperma mereka dengan handycam mereka. 10 menit kemudian, akhirnya kereta yang kutumpangi sampai di stasiun yang kutuju, lalu mereka ber6 mengucapkan sampai jumpa dan berjanji akan menelponku. Aku keluar dari kereta dengan tidak memakai apa-apa karena selain seragamku sudah dirobek oleh 5 bapak tadi, aku juga takut pintu kereta akan tertutup, jika itu terjadi maka tubuhku akan digarap lagi oleh mereka karena nafsu mereka besar entah karena nafsu mereka memang besar atau karena melihat tubuh montokku yang kapan saja bisa mereka nikmati.

Di stasiun ini ada kamar mandi, maka dari itu aku langsung mengambil langkah seribu ke kamar mandi dengan sperma yang masih menetes dari vagina dan lubang anusku meninggalkan jejak putih kental ke lantai. Untungnya, setelah dari rumah temanku, aku sempat ke mall untuk membeli tank top, rok mini, parfum, dan pelembab rambut. Langsung saja kupakai semua agar tidak ketahuan oleh orang-orang kalau tubuhku habis digarap selama 1 1/2 jam lebih oleh 6 orang laki-laki tapi aku tidak mencuci vaginaku (ya iyalah, masa mau cuci vagina di wastafel….hehe) karena aku suka bau sperma baik yang masih cair maupun yang sudah kering dan juga aku lupa membeli celana dalam dan bh sehingga aku tidak memakai apa-apa dibalik tank top dan rok miniku. Aku menyetop taksi dan menuju ke rumahku. Aku tau kalau si supir taksi melihat badanku yang putih mulus dan sexy ini, kalau saja aku tidak kelelahan pasti sudah kugoda dia sampai dia tidak tahan dan akhirnya memperkosa, tapi badanku sudah sangat lemas sehingga aku menjadi tidak bernafsu. Setelah sampai di rumah, aku membayar supir taksi itu dan langsung memencet bel. Mbok Parti berlari dari dalam rumah untuk membukakan gerbang, sambil membukakan gerbang Mbok Parti “aduh non dari mana aja sih non? mbok kan khawatir”, “tadi Rasti ke rumah temen dulu, terus pulangnya naik keretanya, eh keretanya datang terlambat, ya jadinya Rasti pulangnya telat” jawabku. Mbok Parti ini memang seperti kakakku karena dia yang merawatku dari kecil kalau orang tuaku sedang pergi ke luar negeri. Aku langsung menuju kamarku, dan menjatuhkan badanku ke kasurku. Karena aku sangat kelelahan, maka aku langsung tertidur sambil memikirkan apa yang akan terjadi besok ya?

Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..

Boneka Cantik dari India

19.10, Posted by admin, No Comment

Saya seorang mahasiswa di Malang punya pengalaman menarik tentang seks meski saya bukan yang paling ganteng diantara teman-teman saya, tampangku paling imut (gak promosi nih).

Salah satu kisahnya begini.., kami berkenalan waktu semester tiga, pertemuan kami tak sengaja, waktu itu saya menemani teman cowok saya saat main-main ke kost pacarnya, kebetulan pacar teman saya tuh juga ada temannya yang sedang main ke sana (cewek), so kami berkenalan, cewek itu manis sekali, bodi-nya juga ok! Namanya Leila Deol seorang warga keturunan India, wajahnya mirip dengan artis India kesukaan saya, Amisha Patel. Kulitnya tidak putih, kuning langsat namun tampak sehat terawat, buah dadanya besar dan montok sekali melebihi buah dada cewek Indonesia, terlihat begitu montok dan padat. Melihat dia, saya langsung suka. Saat saya dan teman saya mau pulang saya tanya alamatnya. Untungnya dia kost di dekat kost pacar teman saya. Wow, saya merasa beruntung sekali, tidak perlu jauh-jauh kalau mau ngejar dia.

Setelah satu minggu mengejar dia, saya akhirnya bisa menjadikan dia pacar saya. Saat pacaran sering saya ajak dia ke rumah kontrakan saya, maklum saya sendirian aja di rumah itu, so saya terus menggoda dia saat saya bawa Leila untuk kali pertama ke sana, saya puji dia sambil saya ciumin pipi dan bibirnya.
“Hemm kamu tuh, manis banget deh Leil”, kata saya sambil menciumi belakang telinganya.
“Hihi.. gombal!” Leila tersenyum sambil menundukkan wajahnya.
Dia tampak kegelian, saya teruskan membuat dia kegelian sambil terus merayu dia, saya ingin sekali menaklukannya.

Saya lantas menyusun cara untuk mencicipi Leila. Lusanya sabtu sore setelah kami nonton bioskop saya ajak dia ke kontrakan saya dan saya lakukan seperti kemarin tapi saya lingkarkan lengan saya ke bahunya sambil tangan saya sengaja senggol-senggolkan ke dadanya yang besar. Dia cuek saja, saya teruskan untuk sedikit menekan-nekan dadanya, rupanya dia merasa kalau saya sengaja.
“Nakalnya kamu ini”, ucapnya pelan sambil menatap saya sambil tersenyum.
“Kenapa, kamu marah yach?” kata saya sambil menjilati leher belakangnya.
“Ehmm hihihi geli, nakal!” kata Leila sambil memalingkan wajahnya.
Saya makin berani, saya pegang langsung dadanya, eh dia diam aja, wah kebetulan, saya tak perlu lagi merasa sungkan sama dia. Saya pegang dada kirinya dengan tangan kiri saya dan sebentar-sebentar saya remas-remas lalu saya putarkan jari jempol saya tepat di atas puting buah dadanya.
“Ehh…h” Leila memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya kegelian.
“Badan kamu, padet berisi yach Leil” puji saya agar dia membiarkan saya berbuat lebih jauh.

Tangan saya lalu masuk ke dalam baju hemnya dan menerobos masuk ke dalan BH-nya, dada besarnya terasa hangat dan sedikit mengeras. Saya buka bajunya, dia membuka matanya sambil kedua tangannya memegangi tangan saya yang akan membuka bajunya. Saya memaksakan tangan saya untuk terus membuka bajunya dan dia terus memegang tangan saya namun tak berkata apa-apa. Saya lemparkan baju atasnya dan BH-nya jauh dari sofa duduk di ruang tamu. Saya puaskan menikmati buah dadanya yang besar dan menantang, kulitnya yang kuning langsat terasa sangat halus. Puas saya pegang, saya langsung menjilati dadanya.

“Ohh..h! Leila terkejut, namun dia membiarkan saya menjilati dadanya dan lidah saya mulai memainkan puting dadanya yang mulai menegang, sesekali saya katubkan bibir saya dan agak saya tarik puting dadanya, Leila hanya mendesah dan memejamkan matanya.
“Ja..ngan” cegah dia saat saya merogoh ke dalam celana kulotnya.
Saya diam saja, saya batalkan menggerayangi liang kewanitaannya. Saya lanjutkan lagi untuk menjilati buah dadanya yang halus dan hangat, saya menggeser duduk saya hingga saya leluasa menikmati kesintalan tubuhnya. Saat dia terlena oleh rangsangan saya, segera tanganku beraksi dan berhasil. Secara kebetulan tangan saya berhasil pula masuk ke celana dalamnya, segera saya mainkan jari saya di sela liang surganya yang terasa berbulu jarang-jarang tapi pendek dan lembut.

“Ha…aghh!” Leila terkejut sekali saat saya memainkan liang kenikmatannya.
Dia sedikit meronta. Segera saya cumbu dia, saya ciumi bibirnya yang merah merekah, dia hanya bisa mendesah dan menyerah, lama saya cumbui dia, makin lama desahan dan nafasnya makin cepat, saya merasa cukup merangsangnya. Secepat kilat saya memegang celananya dan melepaskannya. “ja..ngan” cegah Leila. Tapi saya cuek saja saya pelorotkan kulotnya beserta celana dalamnya, lalu saya campakkan jauh dari kami. Saya langsung membuka baju dan celana, lalu saya tidur di atasnya. Tubuhnya terasa makin hangat dan nafasnya memburu, saya cumbu dia. Beberapa lama kemudian saya bangun dari tubuhnya.
“Aku cuci dulu yach” pamit saya seraya memungut bajunya agar dia tidak memakainya dan segera saya pergi ke kamar mandi.

Saya cuci bersih-bersih penis saya. Saat saya kembali saya lihat Leila duduk di kursi sambil melihat saya, ia tersenyum malu, manisnya dia saat tersenyum malu, membuat saya makin bernafsu. Leila berdiri dan berjalan ke arah saya, ia berjalan melenggok begitu seksinya.
“Aku ke kamar mandi dulu yach” pamit Leila, saya mengangguk saja.
Beberapa saat ia keluar dari kamar mandi, saya mencegatnya di depan pintu kamar mandi, segera saya menggandeng tangannya dan saya ajak ke kamar atas. Kami masuk ke kamar dan segera saya rebahkan dia di atas ranjang. Saya cumbui dia dengan penuh beringas, saya nikmati dengan lidah tiap centi di kulit tubuhnya, dadanya makin mengeras saat saya jilat-jilat.

“Aa..hh”, desah Leila saat saya katupkan bibir saya dan saya benamkan wajah saya di dadanya yang montok sambil saya tekan ke segala arah. Dia kegelian saat saya menjilati samping badannya. Dia beringsut sedikit, saya pegang tubuhnya dan saya hisap kulitnya kuat-kuat, ia tampak kegelian dan tampak menikmatinya. Saya jilat turun hingga perutnya dan saya sedot pusarnya dan lidah saya beraksi mengorek pusarnya kuat-kuat. Leila meggeliat-geliat geli, ia tersenyum menahan geli.

“Emmhh.. Oooh” Leila mendesah menggigit bibirnya menahan rangsangan di perutnya. Saya turun ke liang kewanitaannya. Ah… harumnya, ia mencuci bersih vaginanya, saya suka vaginanya yang bersih itu. Saya singkapkan liang senggamanya dan dengan lidah saya jilat dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, sesekali saya tarik dengan menyedot bibir kemaluannya, makin saya beringas makin Leila menggeliat, saya tambah buas dan merasa bernafsu.

“aa..ghh, Ooogh..oghh” Leila mendongakkan kepalanya, tangannya memegangi kepala saya, tubuhnya menggeliat dan pinggulnya bergerak turun naik. Ahh, dia sangat terangsang rupanya. Setelah agak lama saya sudahi dan saya duduk di sampingnya.
“Karaoke’in aku dong Leil!” pinta saya.
Leila segera memegang batang kemaluan saya, ia menjilati batang kenikmatan saya, terasa hangat mulutnya, ia menyedot dan menggelitik biji peler saya. Saya geli tapi saya suka gayanya. Saya rebahkan tubuh saya dan saya biarkan dia memuaskan saya, dia masukkan penis saya dalam mulutnya, wajahnya maju mundur dan menyedot sangat kuat, saya kegelian sekali dan hanya bisa mendesah nikmat. Beberapa lama kemudian saya tidak tahan ingin memainkan dia, saya duduk dan merebahkan Leila.

Saya masukkan batang kemaluan saya ke sela liang kenikmatannya, hangatnya liang kewanitaannya. Leila menatap saya, dari matanya tampak nafsu seksnya memuncak, ia pasrah saja saat saya membuka liang senggamanya dan memasukkan batang kemaluan saya, saya gerakkan di sekitar lubang kewanitaannya untuk merangsangnya, setelah cukup terkena cairan pelicinnya saya masukkan batang kenikmatan saya pelan ke dalam liang kewanitaannya.

“Ooohh!” Leila memejamkan matanya sambil merintih penuh gairah.
Pelan saya tarik batang kemaluan saya dan saya benamkan setengahnya ke dalam liang kewanitaannya, saya rangkul bahunya agar dia tidak sampai berontak, saya masuk keluarkan makin cepat ke liang senggama Leila, namun tidak saya masukkan seluruhnya, saya putar-putar pinggul saya sehingga batang kemaluan saya menggesek-gesek seluruh dinding dalam kewanitaannya.

“Emmhh.. aa..hh” Leila meggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah, ia tak terkendali lagi rupanya.
“Kamu hot sekali Leil..” Puji saya sambil saya jilati leher dan telinganya.
Ia memejamkan matanya, saya menarik batang kenikmatan saya agak keluar dan saya benamkan seluruhnya, mentok ke dalam liang senggamanya, berulang-ulang.
“Ooogh…h! aaghh. aagh!” Leila merintih keras.
Leila merangkul punggung saya dan menciumi bibir saya kuat sekali, ia merintih-rintih, pinggulnya ikut turun naik, ia memejamkan matanya rapat-rapat, wajahnya tampak tegang. Saya segera menahan kakinya dengan lengan saya, disandarkan ke belakang lututnya, saya berdiri di atas lutut saya dan saya genjot dia dengan cepat dan dalam, tubuhnya terguncang-guncang.

“Jlab! Jlab!” saya genjot dia dengan sekuat tenaga, dia makin rapat memejamkan matanya, wajahnya menggeleng ke kiri dan ke kanan, tampak tegang sekali.
“Aagh.!! Uuugh!!! Uuurghh!” Leila merintih keras.
Terasa liang kenikmatan Leila berdenyut-denyut, ia merintih-rintih tak karuan, saya merasa batang kemaluan saya agak panas, saya terus mengenjot makin kuat dan cepat, saya remas-remas dadanya sambil sesekali saya sedot kuat dadanya, ia hanya merintih pasrah. Saya akhirnya tak tahan lagi, batang kemaluan saya terasa nikmat. Saya segera manarik batang kemaluan saya yang basah oleh cairan pelicinnya yang banyak membasahi batang kemaluan saya dan liang kewanitaannya, Saya gesekkan batang kemaluan saya di antara kedua buah dadanya yang besar. Leila mendekap kedua dadanya, menggencet batang kenikmatan saya yang maju mundur di sela buah dada momtoknya.

“Crot..! Cro.t!” sperma saya akhirnya keluar, disertai sensasi kenikmatan di batang kemaluan dan leher saya terasa dingin sekali, lega dan sangat nikmat.
“Auch.!” Leila menjerit, sebagian dari sperma saya muncrat di bibir dan pipinya.
Kami kelelahan dan saya rebahan di sampingnya, ia mengambil tisu di sebelah ranjang dan membersihkan sperma saya di wajahnya. Saya tersenyum padanya dan dibalas dengan senyumannya yang manis.
“Kamu puas.?” Tanya saya.
“He’eh..” Jawabnya pelan sambil memeluk saya.
“Kamu kok mau sich main sama saya?” Tanya saya menggoda Leila.
“Nggak tau yach, liatin kamu bikin aku nafsu aja, kamu padahal gak ganteng tapi juga gak jelek, kamu cute dan keliatan hot sich kalo berduaan.” puji Leila, kepala ini rasanya mau meledak saja, GR saya jadinya.

Namun kami harus berpisah pada saat kami jalan 3 bulan, karena perbedaan agama dan bangsa, Leila memberitahu orang tuanya tentang saya, sayapun sebaliknya memberitahu orang tua tentang Leila, saya terpukul oleh keputusan orang tua saya terlebih orang tuanya yang melarang kami melanjutkan hubungan karena perbadaan tersebut. Akhirnya Leila dipindahkan oleh orang tuanya ke Jakarta dan masuk universitas swasta di sana. Saya tetap di Malang, saya menerima perpisahan kami, dan sesekali saya main ke Jakarta. Kini dia sudah punya cowok yang sebangsa dengannya, namun dia tetap seperti dulu terhadap saya. Saat saya ke Jakarta menemui dia dan saya mengajaknya ke hotel tempat saya menginap untuk sekedar mengenang masa lalu kami, Leila bercerita tentang dirinya dan cowoknya yang sekarang. Saya juga bercerita padanya bahwa setelah berpisah dengannya saya terus memburu cewek-cewek yang saya suka, Leila tersenyum saja saat saya bercerita.

Tamat
Lihat Koleksi Bugil Lengkap..